Timnas Amerika Serikat mengumumkan perpanjangan kontrak pelatih kepala Mauricio Pochettino, sehingga ia akan terus memimpin tim hingga Piala Dunia 2030, mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan kepergiannya usai Piala Dunia yang digelar musim panas ini.
Federasi Sepak Bola Amerika Serikat ingin melanjutkan proyek yang dimulai pada 2024, setelah yakin bahwa kerja yang telah dilakukan meletakkan dasar untuk membangun tim nasional yang lebih kompetitif.
Meski tim tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia dari Belgia dengan skor 1-4, sebagai tuan rumah turnamen, evaluasi internal terhadap kinerja Pochettino tetap positif, dan negosiasi untuk memperpanjang kontraknya bahkan sudah dimulai sebelum turnamen berlangsung.
JT Batson, CEO sekaligus sekretaris jenderal Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, mengatakan: "Mauricio dan timnya percaya pada masa depan sepak bola di Amerika Serikat, dan proyek baru kami memungkinkan kami memanfaatkan kemajuan yang telah dicapai timnas putra Amerika serta momentum yang dimiliki Federasi Sepak Bola Amerika Serikat."
Lebih dari sekadar pelatih kepala
Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Paris Saint-Germain, dan Chelsea itu akan menjalani siklus baru dengan tujuan mencapai satu langkah tambahan di level elite internasional.
Di samping memimpin tim nasional senior, kontrak barunya memperluas tanggung jawabnya di dalam struktur Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, di mana ia juga akan terlibat dalam pengembangan sepak bola usia muda, pelatihan para pelatih, serta koordinasi dengan liga-liga profesional di negara tersebut.
Pochettino berkata: "Kami tahu ada banyak pekerjaan di depan untuk mewujudkan ambisi kami yang jelas, di antaranya bersaing untuk memenangkan Piala Dunia putra, dan berupaya menjadikan sepak bola sebagai olahraga yang paling banyak dimainkan di seluruh komunitas. Saya sangat senang bahwa Mauricio dan timnya berkomitmen untuk bekerja sama dengan kami semua guna menyelesaikan kerja keras yang diperlukan untuk mewujudkan ambisi-ambisi ini."
Berlanjutnya masa kerja Pochettino merupakan taruhan pada stabilitas di negara yang bercita-cita mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan sepak bola menjelang Piala Dunia berikutnya.
