Renzo Ulivieri, bos federasi kepelatihan Italia, menyuarakan agar Juventus, AC Milan, dan Inter Milan dikeluarkan dari SeriA Italia sebagai hukuman atas keterlibatan mereka di Liga Super Eropa.
Ketiga klub Italia itu termasuk di antara 12 klub pendiri kompetisi baru yang disebut-sebut sebagai pesaing untuk Liga Champions. 12 klub itu mengumumkan pada Minggu (18/4) lalu tentang niat mereka untuk membentuk Liga Super Eropa.
Juventus, Milan, dan Inter termasuk menjadi anggota tetap di turnamen uang-besar tersebut, dengan jaminan pembayaran tahunan, dan mereka direncanakan tetap bermain di Serie A.
Namun, reaksi keras muncul setelah pengumuman itu, dengan penolakan datang dari fans, asosiasi nasional, politisi, dan bahkan beberapa pemain dan pelatih dari klub-klub yang terlibat.
Ulivieri mengecam perilaku Juventus, Milan, dan Inter karena keikutsertaan mereka dalam pembentukan Liga Super Eropa.
"Itu adalah trik kotor melawan sistem sepakbola, bahkan di level yang lebih rendah, dirancang untuk menyelamatkan tim-tim yang telah melakukan segala sesuatu yang salah di manajemen klub-klub," ujar Ulivieri kepada Rai Radio 1.
"Ini adalah pukulan serius bagi kejuaraan nasional. Juventus, Inter, dan Milan tidak bisa terus berada di Serie A."
"Juve telah memenangkan banyak kejuaraan karena mereka mengorganisir diri mereka dengan lebih baik, karena mereka menghabiskan lebih banyak uang, tapi juga karena mereka membuat banyak hutang."
Pada Selasa (20/4) malam waktu setempat, "Enam Besar" Liga Primer Inggris secara kompak mengumumkan pengunduran diri mereka dari keikutsertaan di Liga Super Eropa, yakni Manchester City, Manchester United, Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur.
Barcelona juga berpeluang untuk menarik diri dari kompetisi ini. Sementara itu, masa depan Real Madrid, Atletico Madrid, Milan, Inter, dan Juventus masih harus dilihat.
