Marco Motta - PersijaAbi Yazid / Goal

Renegosiasi Kontrak Alot, Marco Motta Belum Mau Gabung Persija Jakarta

Marco Motta jadi satu-satunya pemain asing milik Persija Jakarta yang masih absen jelang lanjutan Liga 1 musim ini bergulirnya. Belum terjadi kesepatakan perihal kontrak baru yang ditawarakan manajemen Macan Kemayoran jadi penyebabnya. 

Semenjak kompetisi nasional dihentikan karena pandemi virus corona melanda pada pertengahan Maret lalu, Motta memilih pergi dari Indonesia. Ia pulang ke negara asalnya, Italia dan bertahan sampai sekarang.

"Terkait Marco Motta, ini kami sedang renegosiasi ulang. Sampai hari ini pihak manajemen dengan pihak Marco Motta masih renegosiasi," kata presiden Persija Mohamad Prapanca dikutip akun Youtube Persija.

"Ya kami berharap Motta menerima keadaan. Sampai saat ini belum ada keputusan," pria kelahiran Jakarta tersebut menambahkan.

Berdasarkan SK PSSI bernomor SKEP/53/VI/2020, klub diizinkan melakukan negosiasi ulang upah kepada pemain, staf pelatih, ofisial dengan kisaran 50 persen untuk Liga 1. Keputusan tersebut diberikan untuk meringankan beban kontestan yang sedang mengalami krisis keuangan karena pandemi virus corona.

Hanya saja, pembayaran tersebut baru berlaku satu bulan sebelum dan sampai berakhirnya kompetisi. Artinya, aturan itu bisa diterapkan pada awal September ini, karena lanjutan Liga 1 dilangsungkan 1 Oktober mendatang. 

Marco Motta - Persija JakartaGoal Indonesia

"Kami melakukan renegosiasi, dengan standar yang ditentukan oleh federasi. Bukan asal-asalan klub. Kami yakin sekali manajemen melakukan yang terbaik untuk klub sendiri," ujarnya.

Situasi tersebut membuat Prapanca ingin pendukung Persija, The Jakmania, memahaminya. Hal tersebut karena pihaknya sudah berusaha keras untuk membuat eks Juventus itu melanjutkan kiprahnya pada lanjutan Liga 1 musim ini. 

"Ada baiknya The Jakmania juga bicara ke Motta [melalui sosial media], ajak dia kembali 'ayo Motta balik ke Persija'," ucapnya seraya tertawa.

Pada lanjutan Liga 1 musim ini, Persija memutuskan tidak berkandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Pasukan Sudirman tersebut memilih bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, untuk menjamu lawan-lawannya.

Berbagai pertimbangan jadi alasan Persija, memilih tidak bermain di Jakarta. Efisiensi bujet jadi satu di antaranya karena harga sewa Stadion Sultan Agung, lebih murah dibanding SUGBK.

Iklan
0