Tidak bisa dimungkiri, musim 2018/19 layak disebut sebagai musim yang sukses bagi Chelsea. Meski hanya finis ketiga di Liga Primer Inggris, The Blues secara keseluruhan tampil oke bersama Maurizio Sarri, dengan sukses menjadi kampiun Liga Europa dan finis runner-up Piala Liga.
Sayang, Sarri cuma bertugas semusim dan telah pergi ke Juventus. Di saat bersamaan, muncul masalah lain lantaran FIFA memberikan embargo transfer satu tahun kepada Chelsea. Belum lagi dengan hengkangnya sang ikon klub, Eden Hazard, ke Real Madrid. Keberlanjutan proyek Chelsea pun dalam tanda tanya.
Untungnya, optimisme tetap ada setelah Chelsea menunjuk legenda mereka, Frank Lampard, sebagai manajer baru. Meski masih minim pengalaman, kedatangan Lampard memberi angin segar di tengah situasi tak menentu di klub. Ia punya waktu kurang lebih sebulan untuk mempersiapkan timnya jelang musim baru.
JADWAL PRAMUSIM
| Lawan | Waktu | Tempat |
| vs Bohemians | 10 Juli | Dalymount Park |
| vs St Patrick's | 13 Juli | Richmond Park |
| vs Kawasaki Frontale | 19 Juli | Yokohama Stadium |
| vs Barcelona | 23 Juli | Saitama Stadium |
| vs Reading | 28 Juli | Madejski Stadium |
| vs RB Salzburg | 31 Juli | Salzburg |
| vs Monchengladbach | 3 Agustus | Borussia Park |
Meski tidak mengikuti International Champions Cup seperti klub-klub top lain, Chelsea tetap memiliki agenda pramusim yang sibuk.
The Blues akan melakoni tur empat negara dalam rentang kurang dari satu bulan. Dimulai dengan lawatan ke Republik Irlandia, lantas berlanjut ke Jepang, Austria, dan Jerman. Terdapat tujuh klub yang siap menjajal kekuatan pasukan Lampard, termasuk Barcelona.
Semuanya dilakukan demi memanaskan dapur pacu tim jelang musim 2019/20.
RENCANA TRANSFER
ISI PhotosChelsea dipastikan bakal tanpa pemain baru di musim panas ini. FIFA sudah menjatuhkan larangan transfer kepada Chelsea selama satu tahun (musim panas 2019 dan Januari 2020). Banding yang diajukan Chelsea pun sudah ditolak.
Vonis tersebut ibarat kiamat kecil bagi Chelsea. Beruntung, mereka sudah mengamankan dua transaksi penting sebelum embargo tersebut aktif, yakni Christian Pulisic dan Mateo Kovacic.
Pulisic sudah berstatus pemain Chelsea sejak Januari lalu, tapi baru tiba di Stamford Bridge musim panas ini lantaran sempat dikembalikan ke Borussia Dortmund sebagai pemain pinjaman di paruh kedua musim. Penyerang muda Amerika Serikat ini memang diproyeksikan sebagai pengganti Eden Hazard.
Adapun Kovacic baru saja dipermanenkan dari Real Madrid senilai £40,5 juta (€45 juta) setelah semusim menjalani peminjaman. Masih berusia 25 tahun, gelandang serbabisa Kroasia ini diprediksi akan terus berkembang dan jadi bagian integral di Chelsea.
Tanpa rekrutan anyar, Lampard bisa menyiasatinya dengan mengandalkan para pemain muda. Super Frankie diketahui punya koneksi bagus dengan tim junior Chelsea. Terlebih ia akan membawa asistennya dari Derby County, Jody Morris, yang pernah empat tahun bertugas di akademi Chelsea.
Jadi, mempromosikan dua-tiga pemain akademi The Blues ke tim utama tentu bukan perkara sulit bagi Lampard. Saat melatih Derby, Lampard sempat meminjam duo youngster Chelsea, Fikayo Tomori dan Mason Mount.
Getty ImagesEmbargo transfer tentu saja membuat segalanya sulit. Selain dilarang merekrut pemain, Chelsea juga bisa kehilangan pemainnya. Jadi, kuncinya hanya satu: mempertahankan pemain pilar.
Kepergian Eden Hazard -- dan baru-baru ini Alvaro Morata -- memang tidak terhindarkan, tapi Chelsea diharapkan tidak kehilangan pemain pilar lain seperti N'Golo Kante, Jorginho, Willian, David Luiz, atau Cesar Azpilicueta.
Jika tidak, fondasi permainan dan koneksi antarpemain yang sudah dibangun dalam beberapa tahun terakhir berpotensi rusak. Andai ini yang terjadi, Lampard harus membangun skuadnya dari nol.FORMASI & TAKTIK


Embargo transfer bisa jadi berkah terselubung bagi para pemain muda Chelsea, seperti Callum Hudson-Odoi, Ruben Loftus-Cheek, Ethan Ampadu, Reece James maupun youngster lain yang baru saja pulang dari masa peminjaman.
Dengan Lampard yang dikenal gemar memainkan pemain muda, mereka berpotensi mendapat menit bermain lebih banyak di musim depan. Meski demikian, mengombinasikan pemain muda dan senior jadi opsi terbaik buat Lampard agar Chelsea tetap kompetitif.
Saat masih di Derby, Lampard gemar memakai 4-3-3 yang agresif dan penuh energi. Ini bisa diterapkannya di Chelsea, dengan mengandalkan kecepatan Pulisic dan Hudson-Odoi di sektor sayap. Sedikit pragmatis dengan 4-2-3-1 juga bisa jadi rencana yang oke sebagaimana formasi ini kerap dipakai Lampard sebagai plan B di Derby.
Mengandalkan Jorginho dan Kante sebagai pusat permainan berpotensi kembali terjadi. Kovacic harus bersaing dengan Loftus-Cheek, Ross Barkley, dan Danny Drinkwater untuk berebut tempat terbatas di lini tengah.
Lampard tampaknya akan mengandalkan barisan pemain senior di belakang. Di lini depan, pemain seperti Olivier Giroud, Pedro, dan Willian, yang sudah berusia 30-an tahun, wajib bekerja keras jika tidak ingin tempatnya digusur oleh mereka yang lebih muda dan energik.
KAPAN KOMPETISI DIMULAI?
Chelsea membuka musim 2019/20 pada 11 Agustus dan akan langsung menghadapi jadwal berat, yakni lawatan ke markas Manchester United.
Sebagai juara Liga Europa, mereka juga akan berpartisipasi di Piala Super UEFA melawan Liverpool pada 14 Agustus mendatang di Istanbul.
The Blues akan kembali tampil ke Liga Champions setelah berhasil finis keempat di musim lalu.


