Kedatangan manajer baru hampir selalu berbanding lurus dengan hadirnya sistem bermain yang baru. Bursa transfer menjadi momen vital bagi sang juru taktik anyar untuk mencari pemain yang cocok dengan filosofinya. Chelsea sedang berada dalam tahap ini.
Lepas dari Antonio Conte, The Blues akhirnya mendapat manajer idamannya, Maurizio Sarri, setelah negosiasi yang alot dan berbelit. Masalahnya, penunjukan Sarri terjadi kurang dari satu bulan dari tenggat penutupan bursa transfer Liga Primer Inggris.
Chelsea pun dituntut bergerak cepat agar publik Stamford Bridge bisa melihat aksi penuh dari Sarriball, metode bermain ala Sarri yang sukses menuai pujian di Napoli.
TARGET TRANSFER
Getty ImagesSejauh ini, hanya Jorginho yang menjadi pembelian signifikan Chelsea. Lewat biaya £57 juta, gelandang Napoli itu memilih mengikuti jejak Sarri ke Chelsea kendati ia sempat santer dikaitkan dengan Manchester City. Keberadaan Jorginho di lini tengah menjadi sangat krusial karena ia menjadi sosok sentral dalam permainan Sarri di Napoli.
Di kaki Jorginho-lah bola-bola pendek khas Sarri mengalir dengan lancar. Pemain naturalisasi Italia ini menjadi metronom yang mengatur ritme bermain. Namun, kehadiran Jorginho saja agaknya kurang ideal untuk menciptakan Sarriball yang sesungguhnya. Harus diakui, Sarri masih butuh satu-dua pemain lagi untuk menyempurnakan sistemnya ini.
Salah satu urgensi Chelsea adalah ketiadaan sosok bek yang piawai membangun serangan dari belakang alias ball-playing defender. Di Napoli peran ini diemban dengan sangat baik oleh Kalidou Koulibaly, sementara di Chelsea barangkali hanya David Luiz dan Andreas Christensen yang punya karakter bermain seperti ini.
Chelsea sebetulnya sudah membidik Koulibaly sejak lama, namun selalu kandas. Target pun beralih kepada Daniele Rugani yang saat ini proses transfernya sedang on the way, dengan tawaran senilai £45 juta sudah ada di meja Juventus. Rugani, eks anak asuh Sarri di Empoli, memang merupakan tipe bek sentral yang tak sungkan maju ke depan untuk memberikan operan-operan akurat.
Selain Rugani, Chelsea juga membidik satu pemain lagi dari Juventus, yakni Gonzalo Higuain. Sarri tentu ingin romansanya dengan Higuain di Napoli bisa terulang lagi. Di usia 30 tahun, Higuain masih punya ketajaman kelas dunia dan bisa menjadi solusi instan bagi lini depan Chelsea yang dalam semusim terakhir dibuat frustrasi oleh performa payah Alvaro Morata.
PEMAIN YANG MUNGKIN HENGKANG
GettyKetiadaan Liga Champions di musim 2018/19 bukan hanya menjadi salah satu faktor pengganjal Chelsea untuk merekrut pemain baru, namun juga dalam mempertahankan pemain bintangnya. Duo Belgia milik Laskar London Biru, Eden Hazard Thibaut Courtois, menjadi pemain yang paling santer diisukan keluar.
Chelsea dikabarkan sudah memagari Hazard senilai £200 juta agar Real Madrid berhenti mengejarnya. Hazard dipandang sebagai kandidat ideal untuk menggantikan Cristiano Ronaldo di Madrid dan wacana ini terus bergulir sampai detik ini.
Namun peluang hengkang lebih besar terdapat pada diri Courtois. Sudah bukan rahasia apabila Courtois ngebet pindah ke Madrid, yang juga menjadi domisili keluarganya. Chelsea tampak sudah siap dengan skenario kepergian sang kiper dengan merekrut Robert Green hingga mengincar Kasper Schmeichel (Leicester City) dan Alphonse Areola (Paris Saint-Germain).
Hengkangnya seorang striker juga sangat berpeluang terjadi. Andaikata berhasil mendatangkan Higuain, lini depan Chelsea akan terasa gemuk dan salah satu dari Alvaro Morata, Olivier Giroud, dan Michy Batshuayi kemungkinan besar akan hengkang.
MENANTI SEPAKBOLA INDAH SARRI
Getty ImagesItaliano diganti Italiano. Dari sudut pandang ini, seharusnya Chelsea akan memainkan sepakbola yang kurang lebih setipe. Namun kenyataannya, Conte dan Sarri punya pendekatan yang bertolak belakang.
Gaya defensif dan reaktif Conte bakal beralih rupa menjadi permainan penguasaan bola dan operan pendek cepat Sarri. Untuk dicatat, di musim lalu Napoli mencatatkan rata-ata 676 operan pendek per partai, salah satu yang tertinggi di lima liga top Eropa dan cuma kalah dari Manchester City (696).
Sarriball, demikian sebutan untuk skema bermain ala Sarri ini, menuai banyak sanjungan dan pria berusia 59 tahun ini diharapkan bisa mengimplementasikan dengan mulus di Stamford Bridge. Jika tidak, rezim Roman Abramovich tak akan segan untuk memecatnya
Beruntung, ia akan didampingi seorang asisten yang tak asing lagi di telinga fans Chelsea, Gianfranco Zola. "Filosofi Sarri sangat tepat buat Chelsea. Gaya main timnya selalu terorganisasi secara baik, kuat dalam bertahan, dan yang terpenting adalah memainkan sepakbola indah," kata Zola.
PRAKIRAAN FORMASI

Dalam dua musim terakhir, para pemain Chelsea selalu terbiasa memakai skema tiga bek. Hasil akhirnya sebetulnya oke -- satu trofi Liga Primer Inggris dan satu Piala FA -- namun ternyata tidak cukup memuaskan untuk Abramovich.
Kehadiran Sarri mengubah situasi itu. Sistem empat bek akan kembali hadir dan tentu saja dibutuhkan transisi yang cepat lagi mulus agar filosofi Sarri bisa beroperasi secara sempurna. Kedatangan rekrutan idaman dan bertahannya pemain kunci akan memudahkan adaptasi ini.



