Kemunculan terbatas penyerang muda Mesir, Hamza Abdelkarim, bersama Barcelona di awal musim memunculkan banyak pertanyaan, terutama setelah penampilan gemilangnya selama masa persiapan. Namun tampaknya rencana klub dan pelatih Hansi Flick tidak hanya berkaitan dengan pertimbangan teknis semata.
Hamza Abdelkarim menjadi salah satu bintang paling menonjol Barcelona dalam laga-laga uji coba sebelum musim dimulai, setelah mencetak 4 gol dari total 10 gol yang dicetak tim selama masa persiapan, menjadikannya top skorer tim pada fase tersebut. Raphinha mencetak dua gol, begitu pula Bešić, di samping masing-masing satu gol dari Karim Adeyemi dan Lamine Yamal.
Statistik pemain Mesir itu serta level permainannya yang menawan memberi kesan bahwa ia akan mendapatkan peluang besar saat kompetisi resmi dimulai, terlebih hal itu bertepatan dengan kesulitan mendatangkan penyerang baru di bursa transfer. Namun, keikutsertaannya hingga kini sangat terbatas.
Hamza hanya bermain selama 4 menit dalam 3 pekan pertama Liga Spanyol, setelah tampil pada menit-menit akhir kemenangan besar atas Rayo Vallecano di Camp Nou, sementara ia tidak dimainkan menghadapi Elche di Stadion "Martínez Valero", maupun melawan Athletic Bilbao.
Flick menjauhkan Hamza dari sorotan Liga Inggris
Meski keikutsertaan pemain berusia 18 tahun itu terbatas, hasil-hasil Barcelona mendukung pilihan-pilihan ofensif Flick, khususnya di tengah ketajaman Raphinha yang mencetak 5 gol dalam 3 pekan pertama Liga Spanyol.
Namun surat kabar "Sport" mengisyaratkan adanya alasan lain di balik tidak diberikannya menit bermain lebih banyak kepada Hamza Abdelkarim, yaitu status kontraknya saat ini, khususnya karena klausul penalti dalam kontraknya hanya sebesar 15 juta euro.
Manajemen Barcelona menilai angka tersebut tidak sepadan dengan kemampuan yang ditunjukkan pemain itu selama masa persiapan, maupun dengan potensinya untuk menarik perhatian klub-klub Eropa, khususnya di Liga Inggris.
Menurut laporan tersebut, keputusan Flick untuk tidak lebih banyak mengandalkan pemain itu dalam laga-laga resmi diambil melalui koordinasi dengan direksi olahraga yang dipimpin Deco, guna menghindari penampilan gemilangnya secara mencolok selama bursa transfer masih terbuka, yang dapat membuka pintu bagi upaya sejumlah klub untuk mengontraknya seharga nilai klausul penalti.
Baca juga:
Kejutan.. Barcelona menolak merekrut pemain ini demi Jesus
Kontrak baru dan klausul penalti raksasa
Setelah bursa transfer ditutup, Barcelona berencana masuk ke dalam negosiasi untuk mengubah kontrak Hamza Abdelkarim dan memperbaiki syarat-syaratnya, sebuah langkah yang sebenarnya sudah diajukan, tetapi tertunda karena padatnya pekerjaan pada hari-hari terakhir bursa transfer.
Rencananya adalah menaikkan nilai klausul penalti menjadi 150 juta euro, dengan peningkatan sebesar 900% dibandingkan nilai saat ini, yang memberi klub perlindungan lebih besar sebelum memberikan pemain itu peran lebih besar bersama tim utama, jika Flick memutuskan untuk mengandalkannya.
Hamza Abdelkarim diperkirakan akan tetap terdaftar bersama Barcelona Atlètic, seiring keberlanjutannya berlatih dalam suasana tim utama, sambil menunggu keputusan Hansi Flick terkait pemberian peran lebih besar kepadanya pada periode mendatang.
Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum Kooora



