Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Nottingham Forest v Barcelona: Friuli Venezia Giulia CupGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Rencana rahasia Deco: Mengapa Barcelona menolak meminjamkan Hamza Abdelkarim?

Barcelona tidak sekadar mengamankan masa depan pemain muda Mesir, Hamza Abdelkarim, dengan kontrak baru dan klausul penalti yang besar, tetapi klub bahkan mengambil keputusan yang lebih menunjukkan besarnya kepercayaan pada kemampuannya, setelah menolak ide untuk meminjamkannya selama periode transfer musim panas, meski ada tawaran yang datang untuk mendapatkan jasanya.

Deco, direktur olahraga klub Catalan, meyakini bahwa Hamza bisa menjadi solusi penting selama musim ini, terutama di posisi penyerang murni, yakni posisi yang tidak tersedia secara jelas dalam skuad tim utama, sehingga menjadikan pemain Mesir itu opsi berbeda yang bisa diandalkan pada momen-momen tertentu.

Barcelona mengumumkan, Jumat, perpanjangan kontrak Hamza hingga Juni 2030. Meski klub tidak mengungkap dalam pernyataan resminya nilai klausul penalti yang baru, angka tersebut naik sepuluh kali lipat, dari 15 juta euro menjadi 150 juta euro, dalam sebuah langkah yang mencerminkan keinginan Barcelona untuk melindungi salah satu bakat mudanya yang paling menonjol dari incaran klub-klub lain.

Namun, kenaikan klausul penalti bukanlah satu-satunya indikasi kepercayaan manajemen olahraga terhadap pemain tersebut, karena Deco mengambil keputusan untuk mempertahankannya di dalam klub dan tidak meminjamkannya, meski ia menerima sejumlah tawaran selama musim panas, demikian menurut surat kabar Spanyol "AS".

Mengapa Barcelona ngotot mempertahankannya?

Ada dua alasan utama di balik keputusan ini. Pertama, komite olahraga menilai bahwa Hamza masih dalam tahap adaptasi dan perkembangan, dan bertahannya ia di dalam klub, serta berlatih di bawah arahan Hansi Flick bersama sejumlah pemain tim utama, akan lebih bermanfaat baginya pada fase akhir dari proses perkembangannya.

Adapun alasan kedua berkaitan dengan karakteristik teknisnya, karena Deco dan Flick menilai bahwa Hamza memiliki kemampuan yang mungkin dibutuhkan Barcelona dalam pertandingan-pertandingan tertentu, terutama ketika skor imbang dan tim membutuhkan seorang penyerang penentu di dalam kotak penalti.

Barcelona baru-baru ini menggambarkan pemain tersebut sebagai "penyerang nomor sembilan masa depan", mengingat ia memiliki naluri mencetak gol yang jelas serta kemampuan bergerak di dalam kotak penalti, yakni kualitas yang tidak dimiliki dengan cara yang sama oleh para penyerang lain di tim. Gabriel Jesus memiliki sebagian karakteristik serupa, tetapi Hamza merupakan opsi yang berbeda dan bisa berkembang.

Sejak bergabung dengan Barcelona pada 1 Februari, Hamza menunjukkan bakat luar biasa di depan gawang, setelah mencetak enam gol dalam sembilan pertandingan bersama tim muda U-19.

Kilau penampilan ini mendorong Barcelona untuk mengaktifkan klausul pembelian dalam kontraknya, lalu menandatangani kontrak baru dengannya hingga tahun 2029, sebelum langkah selanjutnya datang berupa perpanjangan kontrak dan mengamankan masa depannya hingga 2030, terutama setelah ia dipanggil ke timnas Mesir untuk tampil di Piala Dunia, sementara usianya baru tujuh belas tahun.

Pedang bermata dua

Meski bersinar di dalam kotak penalti, Hamza masih perlu mengembangkan sisi lain dari permainannya, terutama di luar kotak penalti, di mana ia berupaya memperluas cakupan keterampilannya serta memperbaiki pergerakan menyerang dan bertahannya secara lebih spontan.

Pemain tersebut sebenarnya sudah tampil untuk pertama kalinya bersama tim utama melawan Rayo Vallecano, dan pada musim ini ia akan bergerak antara tim utama, di mana ia membawa nomor 29, dan tim cadangan yang memakai nomor 19.

Menurut pandangan Flick dan Deco, Hamza akan berada dekat dengan tim utama, dan mungkin mendapatkan kesempatan bermain saat dibutuhkan sebagai opsi darurat. Namun, situasi ini membawa sisi positif dan sisi negatif; ia akan tetap dekat dengan atmosfer tim utama, tetapi hal itu bisa mengurangi menit bermainnya jika ia tidak tampil secara reguler bersama tim cadangan.

Klub berniat menyoroti pentingnya perpanjangan kontrak Hamza melalui acara penandatanganan resmi pada Selasa mendatang, di mana diperkirakan akan muncul rincian tambahan seputar proyek Barcelona bersama pemain Mesir tersebut.

Hamza tengah menjalani fase istimewa dalam kariernya, dengan fokus yang jelas untuk mewujudkan mimpinya meraih kesuksesan bersama klub Catalan, setelah ia sebenarnya sudah membawa sejumlah anggota keluarganya ke Barcelona untuk mendukungnya selama perjalanan bersejarah ini.

Dengan adanya kontrak jangka panjang dan klausul penalti sebesar 150 juta euro, tampaknya Barcelona tidak memandang Hamza sekadar sebagai bakat muda, tetapi sebagai proyek penyerang yang bisa menjadi senjata sejati di masa depan.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google