Pelatih Thailand Alexandre Polking tidak khawatir dengan rekor pertemuan yang buruk melawan Vietnam, dan yakin dapat memenangi pertandingan leg pertama semi-final Piala AFF 2020 di Stadion National, Kamis (22/12) malam WIB.
Thailand dan Vietnam sudah bertemu beberapa kali, baik di level senior maupun U-23. Vietnam memang ditangani Park Hang-seo di kedua level tersebut. Hang-seo seolah menjadi momok bagi Thailand dalam dua tahun terakhir.
Dalam dua pertemuan di Grup G babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022, Thailand dan Vietnam bermain imbang tanpa gol. Sedangkan di kualifikasi Piala Asia U-23 2020, Thailand digasak Vietnam dengan skor telak 4-0. Bahkan di King's Cup 2019 yang merupakan hajatan Thailand, The War Elephants menelan kekalahan 1-0.
Polking yang ditunjuk sebagai pelatih Thailand untuk Piala AFF 2020 mengaku tidak merisaukan catatan negatif tersebut. Menurutnya, Thailand dapat menghentikan catatan buruk tersebut pada laga besok malam.
“Menurut saya, selalu ada yang pertama dalam kehidupan. Semua pemain sudah siap untuk meraih kemenangan pertama. Vietnam punya banyak pemain bagus, dan pertahanan solid, karena mereka belum kebobolan [di fase grup],” ujar pria yang akrab disapa Mano ini dikutip Goal Thailand.
“Tapi Thailand juga bisa mencetak gol di tiap pertandingan. Saya yakin tim kami akan bermain penuh konsentrasi, bermain sabar, dan mencetak gol. Saya berharap itu akan menjadi dua pertandingan yang bagus buat Thailand.”
Hanya saja, Mano menilai Vietnam dalam posisi lebih bagus, karena pemain mereka sudah berkumpul sejak lama, meski di tengah situasi pandemi COVID-19. Hal itu berbanding terbalik dengan Thailand yang hanya mempunyai waktu kurang dua pekan untuk mengumpulkan pemain.
“Mereka sudah lima bulan bersama, dan itu sudah cukup buat mereka saling memahami. Sedangkan saya belum lama menangani tim ini, tapi saya merasa yakin setelah melihat kerja keras pemain. Saya sudah tahu kualitas yang mereka miliki,” beber pelatih asal Brasil itu.
Mano memprediksi duel bakal berlangsung sengit, karena kedua tim mempunyai beban tersendiri. Thailand merupakan pengoleksi trofi terbanyak turnamen dua tahunan se-Asia Tenggara, sedangkan Vietnam menyandang status juara bertahan.
“Pertandingan ini memberikan tekanan bagi kedua tim, dan saya yakin akan ada permainan menarik yang diperlihatkan kedua tim. Kami berharap bisa menguasai bola lebih banyak, dan selanjutnya menerapkan permainan sepakbola menyerang. Namun kami harus mewaspadai transisi mereka,” imbuh Mano.
