Reinaldo Elias da Costa - Persija JakartaGOAL/Muhamad Rais Adnan

Reinaldo Elias Da Costa Beri Sinyal Gantung Sepatu


OLEH    MUHAMMAD RIDWAN

Mantan pemain Persija Jakarta Reinaldo Elias da Costa, memberi kode akan gantung sepatu dalam waktu dekat ini. Hal ini terungkap lewat unggahan di media sosial miliknya.

Semenjak kontraknya tidak diperpanjang Persija, Reinaldo memang belum mempunyai klub baru. Ia memutuskan pulang kampung ke Brasil untuk bertemu dengan keluarganya yang ada di sana.

Keputusan Macan Kemayoran tidak melanjutkan kerja samanya dengan Reinaldo karena cedera parah yang dialaminya. Bahkan, pria berusia 33 tahun tersebut harus mengakhiri Liga 1 2017 lebih cepat.

Dalam tulisan di Instagram miliknya, Reinaldo mengunggah foto yang disertai tulisan kariernya. Ia pun mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan orang-orang yang telah membantunya selama ini.

Berikut isi tulisan Reinaldo yang memberi sinyal pensiun:

Senin (29/1) saya telah membuat keputusan untuk memulai sebuah kehidupan baru, tepatnya setelah 17 tahun bermain sepakbola.

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang, terutama keluarga saya, atas banyak kesulitan yang kami alami, ibu dan ayah saya selalu ada untuk mendukung saya hingga saat ini. Terima kasih juga untuk istri, saudara saya, dan teman semuanya.

Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya sampai di tempat saya tiba, menaklukkan apa yang telah saya taklukkan untuk melakukan perjalanan di seluruh dunia dan diterima dengan baik di manapun saya berada untuk seorang pria yang bisa memiliki akhir yang berbeda seperti banyak orang lain di dunia tempat kita tinggal, mengucapkan terima kasih kepada semua teman.

Bairro Liberdade adalah tempat di mana saya mengetahui bahwa rasa hormat dan persahabatan datang lebih dulu, di mana semua orang bangga dengan apa yang telah saya lakukan dan bahkan saat itu saya masih sama dari 20 tahun yang lalu di mana saya mengambil langkah pertama saya, terima kasih dari hati, terima kasih kepada teman-teman klub saya, pemilik klub, pelatih dan setiap orang yang berbagi momen menakjubkan dan mengharukan.

Bagi banyak pesepakbola, mungkin bukan sekadar 22 orang berlari di belakang bola. Banyak yang harus kami korbankan, seperti momen Natal, ulang tahun, Tahun Baru, hingga pemakaman. Itu adalah segala sesuatu yang Anda Bayangkan untuk mencintai profesi dan komitmen.

Saya tahu bahwa tulisan saya ini akan menjangkau banyak orang yang mengenal saya. Orang tua saya juga berpesan bahwa mimpi tidak akan pupus selama masih ada Tuhan di dalam hati saya.

Terima kasih Tuhan, saya tahu akan ada jalan yag lebih baik dalam fase baru dalam hidup saya yang lebih bersinar lagi.

Iklan
0