OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Kewajiban menggunakan pemain muda bakal kembali diterapkan oleh PSSI untuk kompetisi musim depan. Hal tersebut disampaikan langsung wakil ketua umum induk sepakbola nasional tersebut Joko Driyono
Menurut pria yang karib disapa Jokdri tersebut, pihaknya telah mempunyai rancangan peraturan yang bakal digunakan musim depan. Ia menyebut tidak banyak perubahan yang terjadi dari musim 2017.
Nantinya, regulasi tersebut akan ditetapkan saat PSSI menggelar kongres tahunan pada tahun depan. Semua peraturan terkait kompetisi bakal dijabarkan kepada klub dalam acara itu.
"Gagasannya adalah 23 pemain itu tidak ada batasan umur, tujuh pemain usia U-23 skuat keseluruhan 30. Exco yang memutuskan, Exco punya keinginan agar difinalisasi dan disosialisasikan kepada teman teman klub," ujar Jokdri.
"Kemarin tidak dibatasi skuat seniornya, sekarang dari 30 ada 23 tanpa batasan usia. Kami ingin, dengan jadwal yang ketat, klub bisa memaksimalkan pemain muda mereka," tambahnya.
Jokdri melanjutkan untuk ke depannya bukan tidak mungkin PSSI bakal menerapkan aturan pemain muda yang berasal dari akademi klub masing-masing. Itu karena sejumlah negara telah menggunakan regulasi tersebut.
"Teman-teman harus punya perbandingan dengan Jepang, Australia, dan negara-negara Eropa. Eropa misalkan, mereka menggunakan home ground player. Pemain yang sekurang-kurangnya dilatih 36 bulan di akademinya, dan dia sekurang kurangnya harus ada 5-6 pemain di skuatnya. Kami ingin juga jadi contoh yang ke depan akan jadi pertimbangan ada home ground player."
Pada musim lalu, PSSI hanya mewajibkan setiapkan klub mempunyai lima pemain yang berusia di bawah 23 tahun. Tiga di antaranya harus dimainkan sejak menit pertama hingga minimal turun minum.
