Beberapa jam sebelum memulai perjalanan Eropanya menghadapi Inter Milan di Stadion Santiago Bernabeu, Real Madrid mendapati dirinya terpaksa keluar dari kebiasaan sepak bolanya dan masuk ke dalam perdebatan politik yang tidak diperhitungkan sebelumnya. Sebuah rumor yang menyebar bak api di padang kering di media sosial menuduh klub melarang bendera Spanyol, hingga datang tanggapan resmi yang tegas dan lugas.
Bantahan tegas dalam pernyataan resmi
Real Madrid mengeluarkan pernyataan resmi pada Selasa malam ini, sebelum laganya yang dinanti melawan Inter Milan pada pembukaan Liga Champions Eropa, untuk membantah apa yang beredar secara luas.
Dalam pernyataan itu disebutkan: "Menyikapi kabar yang beredar di sejumlah platform media sosial dan di sejumlah media, klub sepak bola Real Madrid ingin membantah secara tegas apa yang dirumorkan mengenai klub yang mengeluarkan instruksi untuk melarang masuknya bendera Spanyol atau bendera dari salah satu wilayah atau kota otonomi kami ke Stadion Santiago Bernabeu."
Komitmen terhadap hukum dan sejarah pengizinan
Klub Kerajaan itu menegaskan bahwa kebijakannya tidak pernah berubah terkait penghormatan terhadap simbol-simbol nasional, seraya menekankan bahwa peraturan internalnya sepenuhnya sejalan dengan undang-undang yang berlaku.
Pernyataan itu menambahkan: "Peraturan klub berpegang pada arahan undang-undang yang berlaku, dan tentu saja mengizinkan, serta selalu mengizinkan, tanpa batasan apa pun, masuknya seluruh bendera resmi negara kami ke stadion kami."
Klarifikasi cepat dari manajemen Real Madrid ini datang untuk menutup jalan bagi setiap upaya mempolitisasi tribun Bernabeu menjelang malam Eropa yang besar, sekaligus menegaskan bahwa pintu stadion akan tetap terbuka bagi seluruh pendukungnya dengan bendera-bendera resmi mereka tanpa terkecuali.
Anda dapat mendiskusikan topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"
Bendera "Estelada" memicu krisis
Klub Catalan itu sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan bernada keras, yang di dalamnya mengecam dengan ungkapan paling tegas "penggunaan kekuatan yang berlebihan dan tidak beralasan" oleh oknum Kepolisian Nasional terhadap anggota dan pendukungnya di dekat Stadion Martinez Valero, markas Elche, yang membawa bendera "Estelada" milik wilayah Catalonia.
Detail insiden itu bermula dari tindakan polisi menahan seorang suporter di bawah umur dan menahannya dengan kasar, karena membawa bendera "Estelada", bendera kemerdekaan Catalonia, sebelum pertandingan dimulai, sebuah tindakan yang secara terbuka digambarkan oleh Presiden Laporta sebagai "tidak proporsional dan penuh kekerasan" serta tidak ada kaitannya dengan kebebasan berekspresi.
Kasus pemuda tersebut mendapatkan solidaritas luas di dalam lingkungan klub, di mana tokoh-tokoh terkemuka seperti bintang Gavi dan Presiden Laporta menyatakan dukungan penuh mereka kepada korban dan keluarganya.



