Striker baru Real Madrid, Luka Jovic, mengungkapkan bahwa ia terdorong menjadi pesepakbola setelah melihat kakaknya sukses mengatasi leukimia.
Jovic dibesarkan di sebuah kota kecil bernama Batar di wilayah Bosnia Herzegovina. Pemain berusia 21 tahun itu akhirnya bergabung dengan klub raksasa Serbia, Red Star Belgrade, pada 2005-2016.
Benfica dan Eintracht Frankfurt masing-masing pernah merasakan jasa Jovic. Hingga, pemain timnas Serbia itu bergabung dengan Real Madrid pada bursa transfer kali ini dengan biaya sebesar €70 juta.
"Saya tidak banyak membicarakan hal ini. Tetapi, ketika saya berusia sembilan atau sepuluh tahun, kakak perempuan saya benar-benar sakit. Saat itu menandai kehidupan kami," ucap Jovic kepada The Players 'Tribune, Senin (15/7).
"Dia menderita leukimia, keluar-masuk rumah sakit dalam jangka waktu yang lama. Ibu saya harus berhenti bekerja untuk menjaganya," ujar pencetak 17 gol dan lima assist di Bundesliga musim lalu itu.
"Selama setahun penuh keluarga kami terpisah. Ibu saya tinggal bersama kakak dan saya tinggal bersama ayah dan kakek untuk berlatih bersama Red Star Belgrade," kata dia.
"Kakak saya akhirnya sembuh. Ketika kakak saya mengalahkan penyakitnya, hal itu menjadi pemicu saya untuk sukses. Saya ingin menjadi pemenang seperti dia," pungkasnya.
Jovic meneken kontrak di Madrid untuk masa bakti enam tahun. Bersama klub ibukota, ia bakal menerima gaji senilai €189 ribu per pekan.


