Presiden LaLiga Javier Tebas turut memberikan komentarnya terhadap hasil undian babak 16 besar Liga Champions, yang diulang karena adanya kesalahan teknis.
Tebas mengklaim bahwa hal tersebut seharusnya tidak terjadi, mengingat UEFA harusnya sudah profesional dan telah melakukan hal tersebut selama bertahun-tahun.
Selain itu, sang presiden juga menyoroti bagaimana hasil undia Real Madrid, yang awalnya dipertemukan dengan Benfica, tetapi setelah diundi ulang, Los Blancos harus menghadapi lawan berat yakni Paris Saint-Germain.
Apa yang dikatakan?
"Mungkin Real Madrid benar dan seluruh undian seharusnya tidak terulang," kata Tebas dilansir dari Football Espana.
"Itu memalukan. Saya tidak tahu apakah itu kesalahan manusia atau teknis, dan mungkin Real Madrid benar, sehingga seluruh undian seharusnya tidak terulang."
Sementara Tebas heran dengan kejadian pada saat undian, dia juga menyindir Madrid, yang memprotes hasil drawing yang membuat mereka berhadapan dengan PSG.
Pria berusia 59 tahun tersebut mengatakan bahwa Los Blancos meminta pertandingan yang seru dan menarik, dan setelah mendapatkan itu, mereka malah mengeluh.
"Tapi jika saya boleh berpendapat. Bukankah mereka menginginkan permainan yang lebih menarik?" tambahnya.
"Nah, ini [duel dengan PSG] lebih menarik daripada bermain melawan Benfica."
Tentu saja, bagi para penggemar netral itu adalah pertandingan yang seru, di mana Madrid akan bertarung melawan PSG, yang berisikan dua mantan pemain musuh bebuyutan Madrid, Barcelona, Lionel Messi dan Neymar.
Selain dua megabintang tersebut, Les Parisiens juga memiliki eks bintang Los Blancos, dengan Acrhaf Hakimi dan mantan kapten Sergio Ramos yang bergabung di awal musim ini, sementara Keylor Navas sudah berada di Parc des Princes sejak 2019, setelah posisinya di tempat utama tergeser oleh Thibaut Courtois dan pemain asal Argentina Angel Di Maria, yang sempat lama berada di Santiago Bernabeu.


