Berita Real Madrid: Inilah Rahasia Di Balik Keretakan Hubungan Gareth Bale & Zinedine Zidane

Komentar()
Getty Images
Keduanya sempat punya hubungan baik, tapi tampaknya kini Zinedine Zidane sudah mulai hilang kesabaran pada Gareth Bale.


OLEH    ALBERTO PINERO   ALIH BAHASA  M. RHEZA PRADITA

Saat musim Real Madrid berakhir dengan kekalahan mengecewakan di kandang, seorang pemain yang tidak terlibat dalam pertandingan justru menjadi pusat perhatian. Jika Keylor Navas yang akan pergi musim panas nanti mendapat sambutan hangat, Gareth Bale, yang hanya menonton dari kejauhan, justru menjadi topik perbincangan panas.

Pelatih Madrid Zinedine Zidane menolak untuk membawa pemain sayap asal Wales tersebut ke pertandingan, yang mungkin jadi penampilan terakhirnya bersama Los Galacticos. Kejadian tersebut bukan hanya membuat publik melupakan betapa buruknya performa para pemain Madrid lainnya, tetapi juga menjadi puncak keretakan hubungan Bale dengan sang pelatih.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Saya pergi dengan pemain lain. Itulah situasinya, pemain lain yang masuk,” ujar Zidane kepada wartawan setelah pertandingan.

“Saya tidak membiarkan Bale bermain hari ini, benar, tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Saya adalah orang yang berada di sini setiap hari dan akan membuat keputusan ketika ada sesuatu yang tidak saya suka atau tidak cocok dengan saya – saya telah mencapai banyak hal di sini, tetapi kita tidak akan bisa hidup di masa lalu. Seperti itulah yang terjadi saat ini, dan saya akan membuat keputusan berdasarkan hal tersebut.”

Sebenarnya hubungan keduanya tidak selalu sepert ini. Mereka memiliki hubungan yang baik ketika Zizou pertama kali datang untuk menggantikan Rafael Benitez pada awal 2016. Sang legenda Los Blancos sukses membentuk tridente BBC yang tidak tersentuh, dan meski Cristiano Ronaldo selalu memimpin daftar pencetak gol Madrid, Bale tidak pernah berada jauh di belakang.

Meskipun sangat menderita dengan cedera pada musim debut Zidane, Bale memainkan peran besar di Liga Champions, termasuk ketika mengeksekusi tendangan di adu penalti dan bermain 120 menit di final melawan Atletico Madrid. Kontribusi yang kemudian meningkat kepercayaan Zizou kepadanya.

Gareth Bale Real Madrid 2018-19

Bagi Bale, kepercayaan itu merupakan aset sangat berharga. Pemain asal Wales tersebut sempat terlibat perselisihan sengit dengan Carlo Ancelotti, yang merasa jengkel karena menganggap Bale terlalu egois dan klub selalu menuruti keinginannya. Puncaknya adalah ketika Madrid bermain imbang 2-2 dengan Valencia, Bale lebih memilih melakukan tendangan langsung ketimbang mengoper kepada Karim Benzema yang sudah bebas. Kemudian Ancelotti dengan kesal langsung menggantinya.

Zidane, meskipun sudah menjadi asisten Ancelotti hingga pemecatannya pada 2015, memberi pengampunan kepada sang penyerang. Performa menakjubkan bersama Wales di Euro 2016 seakan mengkonfirmasi bahwa ketajaman sang bintang telah kembali, bahwa Bale memiliki segalanya untuk menjadi bintang di Santiago Bernabeu.

Tetapi berkali-kali kerapuhan fisik sangat mempengaruhi kariernya. Pada November 2016 dia dipaksa menjalani operasi pergelangan kaki dan melewatkan dua setengah bulan kompetisi. Setelah kembali dia tampak bermain aman untuk menghindari cedera lebih lanjut, dan itu merusak penampilannya.

Bale kemudian gagal untuk meyakinkan Zidane, apalagi setelah dia mengkonfirmasi bugar untuk laga El Clasico melawan Barcelona, tapi hanya mampu bermain selama 30 menit. Ironisnya, jumlah menit tersebut jauh lebih sedikit daripada yang dia dapatkan di final Liga Champions melawan Juventus di Cardiff.

Selama musim 2017/18 Zizou kian gencar untuk mencari pengganti Bale yang semakin tidak bisa diandalkan. Baik Isco maupun sang sensasi muda Marco Asensio mulai mengambil alih peran di tim utama. Hal tersebut memaksa mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut hanya bermain 20 kali di liga dan tiga kali di Liga Champions. Meski sejak lama digadang-gadang sebagai penerus mahkota Ronaldo, Bale justru menjelma jadi pemain mahal yang tidak terpakai.

Walau tampil heroik melawan Liverpool di Kiev untuk mengamankan gelar Liga Champions ke-13 Los Merengues, wajahnya menyiratkan segalanya. Kesendirian yang dia rasakan di dalam ruang ganti, dengan Luka Modric menjadi satu-satunya sahabat karib, tampak jelas. Mungkin itu sebabnya, beberapa menit setelah mencetak dua gol di final, Bale terlihat marah. Dia sekan mengeluarkan ultimatum yang diarahkan langsung kepada Zidane: beri saya lebih banyak waktu, atau saya akan pergi. Pada akhirnya sang pelatih dan Ronaldo yang justru pergi di musim panas.

Hal tersebut seakan menjadi angin segar bagi Bale, tetapi sekali lagi kondisi fisik sama sekali tidak memberinya keuntungan untuk memikat hati pelatih berikutnya, Julen Lopetegui dan Santiago Solari. Bale terus dirundung cedera dan tampak tidak memiliki komitmen untuk memperbaiki Madrid yang terseok-seok sepanjang musim. Dan kali ini, tidak ada trofi Liga Champions untuk menyelamatkannya dari murka publik Bernabeu.

Zinedine Zidane Gareth Bale Real Madrid Deportivo Coruna La Liga 09012016

Kembalinya Zidane cuma sepuluh bulan setelah pergi menandai awal dari akhir karier Bale di Madrid. Tidak puas hanya dengan pembangkangan yang ditunjukkannya di Kiev kepada seluruh dunia, Februari lalu Bale kembali menyerang pelatihnya. “Saya benar-benar frustasi tidak bermain sejak awal,” ujarnya kepada Four Four Two.

“Saya bermain cukup baik sejak kembali dari cedera ringan terakhir yang saya alami pada Desember. Saya mencetak lima gol dalam empat pertandingan liga terakhir saya musim ini dan merasa saya layak dimainkan sejak awal."

“[Zidane] tidak berbicara dengan saya tentang hal itu – saya belum berbicara dengannya sejak saat itu. Saya tidak akan mengatakan bahwa kami adalah teman baik, ini hanyalah sebuah hubungan profesional yang normal.”

Sejak kepulangan Zidane ke Madrid, rasanya waktu Bale di Madrid tinggal menghitung hari. Zizou tidak pernah memberi pembelaan terhadap Bale di publik, bahkan ketika publik Bernabeu yang terkenal ganas itu terus mengolok-olok sang bintang Wales. Hal tersebut diikuti dengan pengkhianatan para rekan setimnya, mulai dari pernyataan Marcelo yang mempertanyakan kemampuan Bale berbahasa Spanyol, hingga Thibaut Courtois yang menganggapnya sebagai penyendiri di ruang ganti, yang bahkan lebih memilih bermain golf daripada menghadiri acara tim.

Pada Senin, hanya beberapa jam setelah menerima cemoohan publik Bernabeu, Bale sekali lagi terlihat sedang bermain golf. Kabar dari Spanyol mengatakan dia juga menunjukkan reaksi kecewa, karena tidak dimainkan melawan Real Betis, selama bermain golf. “Jika mereka ingin saya pergi, mereka harus membayar saya €17 juta per tahun. Jika tidak, saya akan bertahan. Jika saya harus bermain golf saja, saya akan melakukannya,” ujarnya kepada para teman usai kekalahan.

Bale masih memiliki tiga tahun tersisa di kontraknya, paket gaji yang memastikan bahwa penjualannya musim panas ini merupakan sebuah keharusan. Peluangnya untuk kembali tampil di bawah Zidane hampir nol, menandai akhir yang tidak memuaskan bersama Madrid, yang telah menghasilkan empat gelar Liga Champions, tetapi rekor dan bakatnya tidak pernah benar-benar diakui.

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. Ini Skuad Indonesia Untuk Hadapi Yordania & Vanuatu
2. Pep Guardiola Terima Tawaran Juventus
3. Thorgan Hazard Resmi Berseragam Borussia Dortmund
4. Daniel James Sepakat Gabung Manchester United
5. Peserta Fase Grup Liga Champions 2019/20
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Hazard, Neymar, Depay, Sancho

Tutup