Ketika hidup menawarkan Anda lemon, buatlah limun.
Atau, jika Anda adalah Carlo Ancelotti, dan kehilangan dua bek tengah terbaik pada bursa transfer, ubah serangan Anda menjadi yang paling tajam di Spanyol.
Itu menjadi plan Real Madrid sejak awal musim, setelah Raphael Varane bergabung dengan Manchester United dan kapten Sergio Ramos hengkang ke Paris Saint-Germain.
Pendekatan Ancelotti, meski mengejutkan seusai masa-masa sulit di Everton, dipusatkan pada Karim Benzema. Nama terakhir lantas buktikan diri sebagai pemain terbaik yang tersisa di LaLiga pasca-Lionel Messi meninggalkan Barcelona musim panas lalu.
Penyerang asal Prancis itu menikmati musim panas yang menarik dalam kariernya, meningkat seiring bertambah usia, dan menjadi ujung tombak berbahaya milik Ancelotti.
Sang penyelesai akhir, kreator gol, denyut nadi Los Blancos.
Mengingat Madrid diperkuat pemain terbaik di liga, menjadi masuk akal jadinya untuk bermain dengan cara di mana dia bisa berkembang.
Benzema memulai musim dengan performa yang luar biasa, gelontoran delapan gol dan tujuh assist dalam enam pertandingan pertama, sebelum hasil imbang tanpa gol kontra Villarreal, akhir pekan lalu.
Getty/GoalMeski tertahan, Madrid tetap memimpin dan menjadi tim tersubur sementara dengan 21 gol dalam tujuh jornada. Tim terdekat berikutnya hanya mengemas lebih dari setengah, Rayo Vallecano dan Valencia masing-masing mencetak 12 gol sejauh ini.
Real Madrid telah mencetak lebih dari dua kali lipat gol yang dicipta juara bertahan dan rival sekota Atletico yang cuma sembilan.
Benzema, sang kapten, kini adalah detak jantung tim. Mantan bintang Lyon itu adalah pemimpin de facto, di saat Marcelo mulai sering berada di bangku cadangan atau di tribune.
Seruan kelayakan kepada sang penyerang untuk masuk dalam persaingan memenangkan Ballon d'Or pun makin keras.
"Untuk apa yang dia [Benzema] lakukan, dia memungkinkan ada dalam daftar pemenang," ucap Ancelotti.
“Karim punya waktu untuk memenangkannya. Entah bagaimana saya meragukan ini adalah musim terakhirnya. Dia seperti anggur yang bagus, semakin tua semakin oke,” tambahnya.
Secara diplomatis, Benzema juga mengalami peningkatan, terbukti dengan dipanggilnya kembali timnas Prancis pada Euro 2020.
Pada Oktober tahun lalu, Benzema ketahuan meminta Ferland Mendy untuk tidak mengoper bola ke Vinicius Junior, karena penyerang muda itu kerap menyiakan peluang.
Kini, Benzema telah membentuk hubungan yang mengesankan dengan sang winger muda asal Brasil. Pasangan tersebut bertukar assist untuk dua gol terakhir Madrid saat bangkit dari ketertinggalan melawan Valencia di Mestalla.
Getty/GoalGol kedua yang dicetak Benzema kontra Mallorca dalam kemenangan 6-1 juga menunjukkan ketajamannya. Sebuah kontrol yang diimprovisasi dengan punggungnya sebelum penyelesaian yang rasanya sedingin es.
Jika ada orang yang ragu dengan mengatakan bahwa dia tidak bermaksud untuk mengambil umpan David Alaba seperti itu, maka mereka harus mengakui refleks yang menakjubkan untuk menyesuaikan diri dengan bola yang tidak bisa dia lihat.
Itu adalah golnya yang ke-200 di LaLiga yang sekaligus memancangkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak kesepuluh dalam sejarah liga. Ia hanya terpaut 28 gol untuk mencapai lima besar, menyalip duo legenda Madrid, Raul dan Alfredo di Stefano.
Performa Benzema juga membantu meningkatkan level pemain di sekelilingnya. Ia terbilang kreatif ketimbang egois seperti kebanyakan penyerang lain. Setelah menghabiskan beberapa tahun melayani Cristiano Ronaldo, itu adalah tabiat yang tidak pernah dilupakan Benzema.
Ancelotti telah condong ke dalam hal ini dengan memberi Marco Asensio peran di lini tengah, mengetahui bahwa Benzema akan mundur jika diperlukan. Winger asal Spanyol itu pun menjawab dengan hat-trick melawan Mallorca, tengah pekan lalu.
Getty/GoalTapi, dengan taktik yang sama melawan Villarreal di akhir pekan, Madrid menunjukkan kelemahan di lini tengah, Skuad arahan Unai Emery mendominasi babak pertama.
Ancelotti coba mengubahnya, menurunkan pemain baru Eduardo Camavinga dan menggeser Asensio ke sayap kanan, menggantikan Rodrygo. Ketika Madrid bisa bermain dengan empat penyerang, mereka akan melakukannya, tapi pelatih mungkin lebih pragmatis pada pertandingan yang lebih sulit.
Melawan Sheriff di Liga Champions, Madrid bakal berusaha kembali untuk melenturkan otot menyerang dan menegaskan kemenangan di Eropa.
Rekor juara 13 kali dan kemenangan tandang 1-0 yang luar biasa di markas Inter Milan pada laga pertama. Madrid akan menguasai Grup D jika mereka mengalahkan ikan kecil dari Moldova, Sheriff, yang meraih kemenangan mengejutkan atas Shakhtar Donetsk pada laga pertama.
Ini adalah jenis laga yang digunakan Ronaldo untuk menambah golnya. Pemain asal Portugal itu adalah pencetak gol terbanyak klub sepanjang masa dan juga telah mencetak lebih banyak gol di Liga Champions daripada pemain lain dalam sejarah.
Terakhir kali Madrid memenangkan kompetisi adalah saat Ronaldo masih di klub, pada 2018. Kini giliran Benzema yang menjadi raja.
“Benzema harus mencetak 50 gol, bukan 30,” tutur Ancelotti.
Jika Madrid terus memainkan sepakbola yang telah mereka ciptakan sejauh musim ini, dan Benzema mempertahankan status pribadinya, keinginan Don Carlo agaknya tidak di luar batas kemungkinan.


