Kemenangan 2-1 Real Madrid atas Shakhtar Donetsk di matchday keempat Grup D Liga Champions memang membawa mereka ke puncak klasemen, Kamis (4/11) dini hari WIB.
Tetapi para penggemar Los Blancos malah mengecam permainan anak asuh Carlo Ancelotti, dengan mereka justru dikurung oleh Shakhtar di Santiago Bernabeu, sementara keputusan sang manajer dalam hal pergantian pemain juga mendapat sorotan.
Meski begitu, Don Carlo tetap merasa tenang, mengklaim bahwa semua kritik atau kecaman itu justru bisa membuat para pemain sadar dan bisa bermain lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Apa yang dikatakan?
"Saya mengerti teriakan itu karena saya tahu atmosfernya [di lapangan]," kata Ancelotti usai pertandingan.
"[Santiago Bernabeu] adalah stadion yang menuntut. Kami memulai kedua babak dengan baik dan kemudian performa kami menurun. Kami tidak cukup agresif."
"Itu bisa terjadi dan bagus jika para penggemar membangunkan kami dengan beberapa kata-kata miring."
Kemenangan Madrid tak lepas dari penampilan gemilang tiga pilar pentingnya, dengan Thibaut Courtois, Vinicius Junior dan Karim Benzema terus mengangkat rekan-rekannya di lapangan.
Ancelotti pun mengakui bahwa ketiga pemain tersebut sangat bersinar, namun dia menegaskan bahwa pemain lain juga berkontribusi.
Getty Images"Memang benar bahwa mereka lebih menonjol daripada yang lain. Ini adalah tim yang mencoba segalanya. [David] Alaba dan [Eder] Militao juga bermain bagus," tambahnya.
"Saya setuju bahwa Courtois, Vini dan Benzema bersinar, tetapi Real Madrid adalah Real Madrid dan mereka adalah sebuah tim."
Pergantian pemain
Selain mendapat kritik dari segi permainan, Don Carlo, khususnya, mendapat sorotan karena keputusannya dalam pergantian pemain, dengan tidak memberikan menit bermain kepada Marco Asensio dan Eden Hazard.
Sementara pria asal Italia hanya memasukkan Nacho dan Luka Jovic untuk menggantikan Dani Carvajal dan Benzema, banyak yang beranggapan Ancelotti terlalu bergantung pada trio Toni Kroos, Casemiro dan Luka Modric, padahal mereka tampak ngos-ngosan ketika memasuki pertengahan babak kedua.
"Saya membuat perubahan karena alasan fisik, tetapi saya tidak ingin mengutak-atik hal lain. Kami memiliki kendali tapi tidak bisa menusuk lawan dan itulah yang saya katakan kepada para pemain," ungkap Ancelotti.
"Menjadi marah itu normal dan saya memahaminya, saya sangat mengerti bagaimana ketika seorang pemain tidak tampil atau melakukan pemanasan tetapi tidak dimasukkan."
"Marcelo melakukan pemanasan selama 40 menit. Dia memiliki empat medali juara Liga Champions dan merupakan pemain penting, tetapi saya tidak memasukkannya karena saya melihat permainan dan tidak membutuhkannya."
"Saya memberi tahu para pemain yang tidak mengerti itu dan saya meminta maaf. Itu adalah bagian dari pekerjaan pelatih."



