Fakta, pada awalnya Real Betis memiliki warna kebesaran biru sebelum berubah menjadi hijau dan putih karena pengaruh dari tim Skotlandia Glasgow Celtic.
Ya, itulah salah satu catatan menarik yang kami dapatkan ketika mengunjungi Estadio Benito Villamarin yang merupakan bagian dari program Press Trip El Gran Derbi LaLiga yang mempertemukan Sevilla dan Real Betis, Minggu (14/4) dini hari WIB nanti.
Setelah sebelumnya tiba di Madrid untuk mengunjungi markas LaLiga dan menikmati makan malam di sebuah restoran dengan view langsung ke tribun dan lapangan Estadio Santiago Bernabeu, pagi harinya rombongan bergerak ke Seville dengan menggunakan kereta cepat Reffe.
Kereta ini melaju dengan kecepatan maksimal 300km per jam dan jarak lebih dari 500km dari Atocha Madrid menuju Seville Santa Justa dilahap dengan waktu 2,5 jam saja.
Setiba di Seville kami langsung diboyong ke markas latihan Real Betis dan diberi kesempatan untuk menyaksikan secara langsung persiapan Joaquin dan kawan-kawan di El Gran Derbi menghadapi Sevilla yang dipimpin oleh juru taktik Queque Setien.


Kami juga dibawa untuk melihat langsung fasilitas yang dimiliki oleh Beticos. Mulai dari tempat pemain berkumpul sebelum dan sesudah menyantap program latihan hingga ruangan khusus bagi pemain yang membutuhkan pemeriksaan kebugaran.
Untuk mempercantik kunjungan pagi hari ini, setelah sesi latihan berakhir Setien, Marc Bartra, Joaquin dan Andres Guardado menyempatkan diri menyapa rombongan dan meladeni permintaan foto bersama.
Sebelum menjelajahi Estadio Benito Villamarin lebih jauh dan detail, LaLiga memanjakan para tamunya dengan menjamu makan siang di sebuah cafe yang terletak persis di samping Puente de Triana atau Jembatan Triana yang menjadi salah satu ikon dan buruan wisatawan.
Sajian makanan dan minuman khas Spanyol tidak henti disajikan yang melengkapi obrolan sepakbola santai peserta rombongan.
Sekira pukul 16:00, kami bergerak ke Benito Villamarin, dan disambut hangat oleh Julio Jimenez Heras. Istimewa, karena tur stadion dipimpin langsung oleh sosok yang menjabat direktur komunikasi klub ini.
Memang tidak ada cara yang lebih baik mengenalkan klub pada dunia melalui jurnalis yang diundang khusus oleh LaLiga ini yaitu dengan menurunkan sosok yang memang mengenal betul sejarah dan segenap lika-likunya.
Goal
Benito Villamarin menjadi markas Betis sejak 1936 dan sekarang berkapasitas 60.000 penonton dengan rencana penambahan 10.000 tempat duduk di masa depan termasuk memasang atap tribun.
Terkait kapasitas, stadion ini adalah yang terbesar keempat di Spanyol setelah Camp Nou, Santiago Bernabeu dan markas anyar Atletico Madrid Wanda Metropolitano.
Kehebatan soal Real Betis ini adalah mereka berhasil menjual 50.000 lembar tiket musiman dengan 10.000 orang lainnya berstatus waiting list.
Real Betis atau lengkapnya Real Betis Balompie pada awalnya bernama Betis yang merujuk pada sungai besar bagian selatan Spanyol.
Pada 1914 Raja Alfonso XIII menjadi anggota klub hingga ditambahkan nama Real (royal) di depan nama Betis. Sambil berseloroh Julio mengatakan: "Real Betis lebih dahulu menjadi Real ketimbang Real Madrid."
Sementara kata Balompie adalah terjemahan lepas dari sepakbola. Balom (bola) dan pie (kaki). Tidak banyak tim di Spanyol menambahkan kata Balompie namun Betis dengan bangga dan menjadi klub terbesar yang menggunakannya.


Tradisi kuat warna Hijau-Putih sangat terasa di tribun stadion, tidak ada warna lain kecuali warna kebanggaan mereka. Bahkan warna kebesaran sponsor sekalipun tidak bisa mengubahnya.
Di dalam stadion juga terdapat gambar seseorang besar di tribun seseorang dengan jersey kebanggaan Betis, menurut Julio gambar ini tidak secara khusus merujuk pada pemain atau legenda tim. Anda dapat memandangnya sebagai pemain atau suporter.
Tur kemudian bergerak ke area lain di mana Betis dengan bangga memajang deretan foto pemain mereka yang pernah memperkuat tim nasional Spanyol dan di ruangan lainnya, mereka memajang deretan pemain dengan status legenda klub.
Tidak ketinggalan kami juga mengunjungi kamar ganti klub dan menikmati deretan trofi yang sudah diraih.
Sebagai bagian dari keluarga mereka yang berada di Andalusia Selatan, Real Betis memiliki kebijakan tiket yang meringankan untuk keluarga.
"Anak-anak di bawah usia 14 tahun mendapat potongan harga dan diterangkan Julio, kebijakan ini memang tidak populer bagi klub dewasa ini namun Betis ingin membuktikan jika mereka memang peduli pada masyarakat sekitar dengan mengurangi beban bagi mereka yang ingin menikmati pertandingan bersama seluruh anggota keluarga," terangnya.
Goal
Dengan demikian, tidak mengherankan kalau Real Betis dengan bangga menuliskan kata-kata di tribun stadion mereka: De padres a hijos, de abuelos a nietos, una pasion llamada BETIS.
"Dari ayah ke anak, dari kakek ke cucu, satu semangat bernama BETIS."
Keberhasilan Betis menjalin ikatan yang kuat dengan masyarakat di bagian selatan Spanyol menciptakan loyalitas yang kuat, terbukti ada ungkapan di kalangan mereka yaitu "Viva el Betis Aunque Pierda!" atau secara kasar diartikan, Betis selamanya bahkan ketika kalah.
Penjelasan di atas soal 50.000 tiket musiman terjual ditambah 10.000 lainnya mengantre untuk mendapatkannya menjadi salah satu bukti, jika Betis memang dicintai oleh mereka yang ada di Seville.
Getty, Goal


