Jumlah pemain timnas Indonesia U-19 yang berangkat dari Jakarta ke Spanyol, untuk menjalani pemusatan latihan (TC) berkurang. Tiga nama gagal terbang karena dinyatakan reaktif virus corona.
Ketiga pemain timnas Indonesia U-19 tersebut diketahui reaktif virus corona setelah dilakukan tes kemarin (25/12). Hanya saja, tidak disebutkan siapa saja nama mereka.
Sebelumnya, manajer pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong telah menetapkan 30 pemain untuk mengikuti TC di Spanyol. 27 nama berangkat dari Jakarta, pada hari ini (26/12).
Sedangkan Elkan Baggot, Kelana Noah Mahesa, dan Witan Sulaeman, menyusul ke Spanyol. Mereka tak bisa berangkat dari Jakarta karena membela klubnya masing-masing di luar negeri.
"Mereka reaktif dan kami juga tidak berani untuk mengambil risiko dan kami tetap meminta dokter tim bahwa mereka harus sehat di sana [Spanyol]," kata Plt sekjen PSSI Yunus Nusi.
Yunus mengatakan peluang untuk ketiga pemain tersebut terbang ke Spanyol untuk mengikuti TC tetap terbuka. Asalkan, mereka dinyatakan tidak reaktif virus corona ketika dilakukan tes.
PSSI"Itu juga harus kita yakinkan, bahwa baik dari sini mereka juga tidak membawa virus ke sana [Spanyol] dan di sana mereka dalam keadaan sehat juga," ujarnya.
"Untuk sementara tiga pemain ini tetap isolasi, tetapi mereka langsung di bawah naungan tim medis kami," pria yang juga menjabat sebagai anggota komite ekesekutif (Exco) PSSI tersebut menambahkan.
Dalam keberangkatan ke Spanyol, rombongan timnas Indonesia U-19 tidak didampingi Tae-yong. Sosok asal Korea Selatan tersebut terpaksa menyusul karena mesti memimpin TC timnas Indonesia U-22 yang dilangsungkan di Jakarta.
Skuad timnas Indonesia U-22 sudah melaksanakan TC sejak pekan lalu. Agenda tersebut bakal berakhir pada 31 Desember mendatang.
TC Timnas Indonesia U-19 di Spanyol berlangsung sekitar satu bulan. Selama berada di Negeri Matador, David Maulana dan kawan-kawan bakal menjalani sejumlah laga uji coba.
Menggelar TC di luar negeri bukan kali pertama dilakukan timnas Indonesia U-19. Sebelumnya, armada mereka melaksanakan agenda tersebut di Kroasia, pada Agustus hingga Oktober lalu.
