Turnamen sepakbola terbesar di kawasan Asia Tenggara, Piala AFF kembali bergulir tahun ini. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8 November sampai dengan 19 Desember 2018.
President of Football at Lagardere Sports, selaku pemegang hak siar Piala AFF, Tom Smith, menyebut Piala AFF telah menyaingi popularitas Euro 2016. Ini lantaran animo masyarakat ASEAN sangat tinggi.
"Piala AFF merupakan program olahraga yang paling banyak ditonton tahun itu di Indonesia dengan angka-angka penonton melampaui acara global seperti Euro," kata Smith di Jakarta, Rabu (11/4).
Sedangkan presiden federasi sepakbola Asia Tenggara (AFF) Seri Paduka Sultan Haji Ahmad Shah menagatakan, turnamen ini telah membawa orang dan negara berbeda menjadi satu kesatuan yang tidak ditemui di banyak event.
“Tahun ini juga menjadi tahun Piala Dunia yang mengingatkan kita panggung regional seperti Piala AFF menjadi jalur penting untuk menciptakan kesempatan mengembangkan talenta sepakbola, dan membuat mereka melangkah lebih jauh untuk bersaing di panggung global,” ucap Ahmad Shah.
Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) kembali mendapatkan kepercayaan menyiarkan Piala AFF. Seluruh pertandingan rencananya bakal ditayangkan secara langsung sejak babak penyisihan.
"RCTI telah menjadi ofisial Piala AFF sejak 2008, dan kembali mendapatkannya untuk tahun ini hingga 2020. Hal itu tentu menjadikan sebagai program spesial dua tahunan yang sudah melekat dan menjadi bagian dari kami," ucap CEO RCTI Kanti Mirdianti.
"Melalui siaran ini, kami berharap dapat memberikan sajian terbaik dari setiap pertandingan yang akan kami hadirnya kepada pemirsa sepakbola di Tanah Air, khususnya pendukung timnas Indonesia," tambahnya.
Sepanjang bergulirnya Piala AFF, timnas Indonesia belum pernah menjadi juara. Teranyar skuat Merah Putih menyabet runner-up pada dua tahun lalu, setelah kalah aggregat 3-2 dari Thailand.
