Mantan gelandang Arsenal, Ray Parlour, mengatakan bahwa The Gunners "bisa terdegradasi", karena di Liga Primer Inggris apa pun bisa terjadi.
Parlour menggunakan keberhasilan Leicester City, yang secara mengejutkan memenangkan gelar pada musim 2015/16 di bawah asuhan Claudio Ranieri, sebagai contoh bagaimana sesuatu bisa terjadi di Liga Primer.
Ketika itu, seakan tidak ada seorang pun yang membayangkan kalau mereka akan menjadi juara. Posisi mereka adalah 5.000/1.
Berkata pada itu, Parlour mengakui kalau Arsenal saat ini menemukan diri mereka dalam situasi yang sama, tapi dengan perhatian difokuskan di ujung klasemen yang berlawanan.
Tidak yang menduga Arsenal harus berjuang dengan begitu keras pada musim ini. Padahal, mereka meraih kesuksesan di Piala FA dan Community Shield.
Namun, skuad besutan Mikel Arteta itu tampil inkonsisten pada musim 2020/21 ini, dengan hanya meraih empat kemenangan dan 14 poin dari 13 pertandingan sejauh ini. Akibatnya, mereka terdampar di peringkat ke-15 di klasemen sementara, hanya terpaut liam poin dari zona degradasi.
Parlour yakin kualitas akan bersinar pada akhirnya di Emirates Stadion, memungkinkan Arsenal untuk mengurangi tekanan itu, namun ia mengakui performa tim saat ini sangat mengkhawatirkan.
"Seseorang menanyakan pertanyaan kepada saya beberapa hari yang lalu, bisakah mereka terdegradasi?" ujar Parlour kepada Off The Ball.
"Saya berkata, 'baik, mungkin tidak', tapi kemudian Anda melihat Leicester memenangkan liga dengan 5.000/1 dan mereka memenangkannya, jadi mereka ]Arsenal] bisa terdegradasi."
"Jika mereka tidak mulai mengumpulkan poin-poin dan mengatasinya, maka ada masalah nyata di sana."
Di pertandingan terakhir, bermain dengan sepuluh pemain dengan kartu merah Gabriel Magalhaes, Arsenal hanya bermain imbang 1-1 lawan Southampton.
Hasil itu tidak banyak mengurangi tekanan yang dirasakan Arteta, namun Parlour yakin pelatih asal Spanyol itu tidak akan dipecat sehingga mendapat kesempatan untuk memperbaiki keadaan.
"Saya tidak berpikir Arsenal adalah klub yang memecat," ujar Parlor lagi.
"Mikel Arteta sudah berada di sekitar Pep Guardiola dan Arsene Wenger, ia tahu sebagai pemain, ruang ganti adalah sangat penting."
"Jika ada masalah, ia harus mengatasinya dengan sangat cepat. Jika tidak terkendali, satu-satunya orang yang kehilangan pekerjaan, itu bukan pemain-pemainnya, tapi adalah manajernya."
"Semoga ia bisa membalikkan dan memastikan kalau dia menyelesaikan masalah dengan sangat cepat."


