Presiden konfederasi sepakbola Asia (AFC) Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, memberikan respons terkait insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ia mengucapkan rasa duka terhadap kejadian tersebut.
Ratusan nyawa melayang setelah pertandingan lanjutan Liga 1 2022/23 antara Arema FC versus Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10). Ratusan korban luka juga sedang mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit.
Kejadian tersebut berawal dari suporter Arema FC, Aremania yang menumpahkan rasa kecewanya karena klub kesayangannya takluk 3-2 dari Persebaya. Mereka menyerbu lapangan selepas peluit laga dibunyikan.




Aksi tersebut menyebabkan polisi menembakkan gas air untuk memukul mundur suporter yang rusuh. Sayangnya, tembakan tersebut bukan cuma diarahkan ke lapangan melainkan juga ke arah tibune.
Penonton yang panik karena tembakan gas air mata berdesak-desakan dan terinjak saat berusaha mencari jalan keluar dari stadion. Hal tersebut yang membuat korban berjatuhan.
"Saya sangat terkejut dan sedih mendengar berita tragis itu datang dari Indonesia yang mencintai sepakbola. Atas nama AFC dan keluarga sepakbola Asia, saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga dan teman para korban," kata Shaikh Salman, dikutip laman resmi AFC.
"Keluarga sepakbola Asia mengirimkan doa untuk keluarga sepakbola Indonesia selama momen yang sangat sulit ini," Shaikh Salman menambahkan.
Akibat tragedi mengerikan ini PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan pertandingan Liga 1 diberhentikan selama sepekan. Pihak kepolisian kini sedang mendalami peristiwa nahas tersebut.
