Koulibaly Napoli Serie AGetty

Soal Rasisme, Kalidou Koulibaly: Fans Napoli Tidak Buruk Seperti Inter Milan

Kalidou Koulibaly meyakini tidak ada rasisme di Napoli dan menyebut fans timnya tidak akan melakukan hal buruk seperti yang dilakukan tifosi Inter Milan saat menulis surat kepada Romelu Lukaku.

Rasisme masih menjadi masalah serius di sepakbola Italia, dengan Koulibaly sendiri juga pernah menjadi salah satu korban di antara deretan pemain berkulit gelap selama beberapa tahun terakhir.

Sang bek 28 tahun bersyukur memiliki lingkungan yang baik di Napoli dan akan bertekad untuk terus memerangi aksi rasisme.

"Para idiot [pelaku rasisme] yang bersorak di stadion tidak akan pernah melakukannya di depan saya langsung, di hadapan wajah saya," ujar Koulibaly kepada L’Equipe.

"Semua orang berkata Italia adalah negara rasis, bahwa orang-orang asing berpikir datang ke sini setelah mendengarnya, tapi saya bisa katakan di Naples itu berbeda."

"Saya punya waktu yang hebat di Napoli. Keluarga saya diterima dengan sangat baik begitu juga dengan teman-teman saya. Ketika mereka datang dan berjumpa saya, mereka sangat senang."

"Selain itu, keindahan lingkungan di sini luar biasa. Dengan menunjukkan kepada orang-orang tertentu bahwa kami adalah salah satu tim terbaik, kami bisa memerangi rasisme."

"Jika saya bisa memenangkan trofi, di Italia atau Eropa, maka akan menjadi penegasan yang lebih tinggi."

Sang penggawa internasional Senegal juga membandingkan sikap fans Napoli yang disebutnya berbeda dari Inter ketika membela aksi rasisme yang dilakukan fans Cagliari ke pemain mereka sendiri, Lukaku.

"Fans Napoli tidak akan pernah menulis surat seperti yang dilakukan suporter Inter kepada Lukaku karena ada begitu banyak cinta di sini," lanjut Koulibaly.

"Bagaimana bisa mereka mengatakan bahwa cemoohan [fans Cagliari] bukan tindakan rasisme? Sudah jelas kami didiskriminasi karena warna kulit kami."

"Saya belum melihat ada fans yang dilarang masuk stadion, serta sama sekali belum ada tim yang terkena denda berat atau pengurangan poin. Sebuah preseden kuat perlu diterapkan."

Iklan
0