Sergio Ramos menceritakan kisah hubungannya dengan bekas klub dan tim kampung halamannya, Sevilla, mengakui bahwa dirinya sedih dengan efek yang ditimbulkan dari kepindahannya ke Real Madrid.
Sang bek veteran meninggalkan klub masa kecilnya untuk bergabung dengan Los Blancos pada 2005, di mana ia menuai banyak kesuksesan yang hampir tiada bandingannya baik di level domestik dan internasional, belum lagi juara Piala Dunia bersama tim nasional Spanyol yang dikapteninya.
Namun, perpisahannya ternyata menimbulkan luka. Ramos sendiri sejatinya lahir di Camas, Sevilla. Pemain berusia 35 tahun itu pun dianggap pengkhianat oleh para pendukung Sevilla.
Tak cuma dirinya, keluarga Ramos pun juga ikut dimusuhi sampai-sampai dilarang datang ke stadion. Hal itu membuat Ramos sedih, mengingat mereka memang berasal dari Sevilla dan murni pendukung sejati tim kota asalnya.
"Saya tahu apa artinya Sevilla dan bagaimana perasaan fans," katanya dalam dalam film dokumenternya di Amazon yang berjudul The Legend of Sergio Ramos. "Tidak ada yang bisa memberi tahu saya, karena saya sudah mengalaminya sejak saya masih muda."
Menurut Ramos, situasi yang tidak menyenangkan dialami keluarganya disebabkan karena adanya informasi-informasi yang tidak benar dalam cerita kepindahannya ke Madrid yang menelan biaya €27 juta, sebuah rekor pada waktu itu untuk seorang bek Spanyol.
"Semua informasi telah dimanipulasi, dan mereka berbohong kepada Sevilla. Itu menyakitkan, tidak hanya untuk saya, tetapi untuk keluarga saya. Saya tidak akan pernah memaafkan mereka atas rasa sakit yang dialami kakek-nenek saya, untuk orangtua saya, yang tidak dapat kembali ke stadion Sevilla," lanjutnya.
"Saya telah membuat kesalahan dalam hidup saya dan salah satu yang terbesar adalah tidak terbuka untuk menjelaskan [kepindahannya ke Madrid]. Saya membiarkan orang lain menceritakan kisah itu untuk saya."
"Transfer saya sepenuhnya disepakati oleh kedua klub; bukan karena Real Madrid memenuhi klausul, seperti yang diceritakan selama ini. Itu berarti para fans tidak lagi menyayangi saya seperti yang telah saya miliki dan akan selalu saya miliki untuk klub."
Kebohongan yang dimaksud Ramos adalah cerita tentang dirinya yang akan menandatangani kontrak seumur hidup dengan Sevilla setelah menikmati musim terobosan yang luar biasa sepanjang 2004/05.
Belum lagi beredar kabar dirinya mengajukan tututan gaji yang sulit dipenuhi Sevilla hingga membuatnya tertarik menerima tawaran presiden Madrid saat itu, Florentino Perez yang memang punya kekuatan finansial besar.


