Manchester United FA Cup Middlesbrough 2021-22Getty Images

Keseringan Imbang, Ralf Rangnick Akui Skuad Manchester United Kena Mental

Ralf Rangnick mengakui bahwa kegagalan Manchester United memenangkan beberapa laga secara beruntun berdampak pada rasa percaya diri skuad asuhannya.

The Red Devils selalu mencetak gol pertama di tiga laga terakhir mereka lintas ajang, kontra Middlesbrough di Piala FA dan kontra Burnley serta Southampton di Liga Primer Inggris, tetapi justru kebobolan gol penyeimbang di ketiga laga tersebut dan gagal menang.

Secara keseluruhan, United di bawah Rangnick unggul duluan 11 kali dari 13 pertandingan, tetapi cuma menang enam kali dengan mereka kesulitan menyulap hasil imbang menjadi kemenangan.

Apa kata Rangnick?

"Jika Anda unggul 1-0, lalu kebobolan gol penyeimbang tiga laga berturut-turut, hal ini juga sangat berdampak pada pikiran pemain," ucap Rangnick pada jumpa pers jelang laga versus Brighton yang digelar Rabu (16/2) dini hari WIB.

"Mereka manusia, bukan robot, ini wajar saja."

"Harus lebih efektif dalam 'membunuh' pertandingan. Bahkan jika itu tak terjadi, kami harus menaati strategi laga dan harus menjaga kesolidan taktik. Inilah yang saya maksud ketika berbicara soal mengambil langkah selanjutnya."

Menjelang laga Liga Champions Eropa pekan depan kontra Atletico Madrid, pria 63 tahun itu mengungkapkan peran psikolog olahraga Sascha Lense dalam membantu mereka memanfaatkan peluang dengan lebih baik.

"Saya bicara dengan Sascha soal [masalah mental pemain] dan kami berbicara kepada para pemain satu demi satu dan mengapa kami kebobolan gol-gol tersebut dan apa yang harus kami lakukan untuk mencetak gol kedua atau ketiga."

Cuma empat besar

Performa dan hasil tersebut jelas memengaruhi posisi mereka di klasemen. Kini mereka hanya bertengger di peringkat kelima, selisih satu poin dari West Ham di tempat keempat meski menyisakan satu laga.

Kondisi ini sudah menjadi kekhawatiran semenjak mereka masih dilatih Ole Gunnar Solskjaer, dan suksesornya masih belum mampu mengobati kerusakan yang ditinggalkan manajer asal Norwegia itu.

Karenanya, Rangnick meyakini finis empat besar adalah mimpi terbaik yang bisa diharapkan United.

"Saat ini, inilah yang Manchester United inginkan dan perlukan - finis keempat di liga," imbuh Rangnick.

"Ini adalah pencapaian terbaik yang bisa kami dapatkan. Melaju di Liga Champions Eropa itu tidak mudah. [Tetapi] di liga, peringkat empat, itulah yang harus kami capai dan kami tuju."

Ia juga bersikeras bahwa United tak boleh terlalu muluk-muluk dan melihat jauh ke depan.

"Saya tahu betul apa yang diperlukan musim depan, tetapi ini bukan waktu yang tepat untuk membahasnya bersama semua orang," ucap Rangnick.

"Saya fokus sepenuhnya untuk besok, mendapatkan hasil terbaik di musim ini dan lalu baru kita bisa bicara soal langkah-langkah selanjutnya untuk tahun-tahun ke depan."

Iklan
0