Berita Live Scores
Manchester United FC

Walah! Ralf Rangnick Memble, Manchester United Ganti Manajer Lagi

13.52 WIB 18/01/22
 20220115 Ralf Rangnick
Petinggi Setan Merah berubah pikiran setelah mengevaluasi kinerja Rangnick yang tidak sesuai ekspektasi

Manchester United disebut bakal mempercepat rencana pencarian manajer permanen baru setelah menyaksikan performa tim tidak meningkat di bawah Ralf Rangnick.

Setelah Ole Gunnar Solskjaer dipecat, pria asal Jerman itu ditunjuk sebagai pelatih sementara pada awal Desember tahun lalu, dan ditugaskan untuk menambal performa Setan Merah sebelum manajer permanen mengambil alih musim depan.

Namun, ternyata kinerja Rangnick berada di bawah ekspektasi para petinggi, dan terkini Manchester Evening News melaporkan bahwa United bisa menunjuk suksesornya sebelum akhir musim.

Proses pencarian manajer baru ini bakal dipimpin oleh direktur sepakbola United, John Murtough, dengan Rangnick juga turut dilibatkan sebelum ia memulai peran konsultannya 1 Juli mendatang.

Dua nama terdepan yang masuk radar The Red Devils antara lain adalah bos Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino, dan Erik Ten Hag-nya Ajax.

Juru taktik Leicester City dan eks-bos Liverpool Brendan Rodgers juga disebut-sebut masih menjadi opsi.

Narasumber yang dekat dengan United menyebut bahwa pihak klub tak ingin bernasib seperti Tottenham Hotspur, yang membutuhkan dua bulan untuk mendapatkan pengganti Jose Mourinho.

Mereka juga tak ingin mengulangi kesalahan yang sama ketika menunjuk David Moyes sebagai pengganti Sir Alex Ferguson 2013 lalu.

Saat itu, Man United telah mengonfirmasi kedatangan Moyes pada 9 Mei, tetapi emoh membayar kompensasi ke Everton sehingga pelatih asal Skotlandia itu baru mulai bekerja di Old Trafford pada 1 Juli.

Keterlambatan ini menjadi salah satu penyesalan manajer yang kini menangani West Ham United itu.

Dalam dua laga liga terakhir, United cuma bisa memetik sebiji poin setelah dikalahkan Wolves awal Januari, dan membuang-buang keunggulan 2-0 di kandang Aston Villa untuk bermain imbang 2-2.

Setelah di-come back pasukan Steven Gerrard, Rangnick menyoroti performa timnya.

"Benar-benar bikin frustrasi. Sulit menemukan sisi positif setelah 90 menit ini. Saya sempat merasa ini laga terbaik kami sejak saya hadir di sini," jelas pria 63 tahun itu.

"Terkadang kami memang terlalu mudah kehilangan bola, dan di 15 menit terakhir kami tidak serapat sebelumnya sehingga kemasukan dua gol."

"Setengah jam pertama, mereka tidak mencatatkan tembakan akurat. Lalu 15 menit sebelum turun minum tekanannya meningkat, kami tak serapat sebelumnya, tak seberani sebelumnya ketika menyerang."

"Setelah [gol kedua] harusnya Anda membawa pulang tiga poin. Jujur rasanya kayak kalah."