Pelatih asal Jerman, Ralf Rangnick, mengaku legawa setelah ia harus menunda era kepelatihannya bersama klub Serie A Italia, AC Milan.
Rangnick mengatakan, mengambil alih kursi kepelatihan AC Milan pada periode ini adalah pilihan yang tidak bijaksana.
Maklum, pelatih Stefano Pioli mampu membangkitkan Milan pasca-penunggahan kompetisi. Juru taktik berkepala plontos itu pun diperpanjang kontraknya hingga Juni 2022.
Sempat tercecer di peringkat ke-11, Rossoneri finis di urutan keenam klasemen akhir. Zlatan Ibrahimovic cs pun mengamankan tiket ke Kualifikasi Liga Europa.
Milan tidak terkalahkan dalam 12 laga terakhir Serie A musim 2019/20. Rinciannya, sembilan kemenangan dan tiga hasil imbang.
“Milan tampil dengan sangat baik sejak ‘restart’ kompetisi. Tidaklah bijaksana untuk pergi ke sana,” ucap Rangnick kepada media media Jerman, Suddeutsche Zeitung, Rabu (5/8).
“Entah dari perspektif mana Anda melihat semua ini, apakah itu dari kacamata saya atau klub, itu tetap tidak bijaksana,” tutur eks direktur olahraga dan pelatih RB Leipzig itu.
"Jika saya menempatkan diri sebagai fans Milan, staf pelatih, direktur olahraga, atau pemain, saya hampir tidak yakin Milan ingin mengubah segalanya setelah periode yang begitu positif,” pungkasnya.
Sebelumnya, Rangnick disebut-sebut bakal menjadi pelatih Milan pada musim depan. Ia pun pernah mengonfirmasi bahwa dirinya tengah menjalin komunikasi dengan pihak klub ibukota. Meskipun, harus tertunda lantaran pandemi virus corona.
Sebelum Leipzig, Rangnick pernah melatih sejumlah klub ternama di Bundesliga, antara lain: VfB Stuttgart dan Schalke 04.
Pencapaian fantastis Rangnick tentu saat mengantarkan Hoffenheim promosi ke Bundesliga pada musim 2008/09 setelah dua musim sebelumnya klub milik Dietmar Hopp itu masih berada di kasta ketiga.
Rangnick juga dikenal sebagai pengamat bakat ulung. Roberto Firmino, Naby Keita, Sadio Mane, hingga Joel Matip—yang kini di Liverpool—merupakan salah empat temuannya.




