Agen super Mino Raiola mengecam FIFA dan menyebut mereka konyol ketika presiden Forum Agen Sepakbola (FAF) meluncurkan serangan kepada badan tertinggi sepakbola dunia tersebut, Senin (9/3) kemarin.
Berbicara dari Swiss, agen asal Italia tersebut menerangkan bahwa dirinya dan rekan-rekan seprofesinya sedang mencari aturan yang lebih adil dan jelas dari asosiasi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa FIFA sejauh yang mengambil dan menentukan keputusan secara langsung berkaitan dengan pergerakan agen, menyatakan bahwa perlu ada pembaruan atas hal tersebut.
"Ini [FIFA] seperti diktator komunis yang memberi tahu orang-orang apa yang harus mereka lakukan setiap saat," kata Raiola.
"Orang-orang sudah menyadari hal itu. Oposisi terbuka dan transparan. Kami bekerja sama dengan federasi swiss karena kami ingin memeranginya dari sini, dari Swiss, di mana FIFA berada."
"Kami mencari dunia kerja yang lebih transparan dan jika FIFA menginginkan itu, maka sempurna. Harus jelas, menyatakan hak-hak kami dan kami baru akan berbicara. FIFA hanya mengatakan mereka yang akan memutuskan, itu konyol."
Dukungan dari agen-agen lain terhadap rencana FAF menunjukkan alasan yang kuar dalam melanjutkan perjuangan mereka. Dan Raiola menekankan bahwa FAF bisa bergerak tanpa FIFA.
"Para agen berpendapat bahwa perubahan diperlukan, harus ada langkah alternatif," lanjutnya.
"Sepakbola butuh sistem kedua. FIFA saat ini menjadi segalanya: pemerintah, bagian komersial, bagian hukum... dan itu mustahil."
"Kami tahu bagaimana cara mengatur diri kami sendiri. Mengapa Anda harus mengambil bagian dari pendapatan kami? Di Eropa kami mengaturnya sendiri dengan klub dan tidak ada masalah."
"Mengapa saya harus melalui FIFA jika saya memiliki kesepahaman dengan UEFA? Tentu saja ini adalah permainan kekuatan. Itu sebabnya kami merasa cukup."


