Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Footer - Liga 1Goal Indonesia

Rahmad Darmawan Ogah Bandingkan David Da Silva Dengan Fernando Rodriguez


LIPUTAN   ADITYA WAHYU PRATAMA     DARI   SURABAYA

Pelatih Mitra KukarRahmad Darmawan enggan membandingkan performa Fernando Rodriguez dengan striker Persebaya SurabayaDavid Da Silva yang untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak Liga 1 musim ini.

Da Silva mencetak hat-trick kala membantu Persebaya menaklukkan Mitra Kukar 4-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/9) malam WIB. Sedangkan Rodriguez gagal menyumbangkan gol bagi Mitra Kukar. Torehan itu membuat Da Silva kini menjadi topskor sementara dengan 16 gol, unggul satu dari Rodriguez.

“Saya rasa David da Silva menunjukkan kualitasnya sangat baik. Tapi Fernando tidak bisa dibandingkan, karena keduanya punya kelebihan dan bermain di klub yang berbeda. Memang hari ini [tadi malam] David da Silva bermain sangat efektif, tapi Fernando juga bermain tidak jelek,” ujar RD, sapaan Rahmad.

RD menambahkan, kekalahan dari Persebaya yang bermain dengan sepuluh orang patut disesalkan. Menurut RD, pemain kehilangan konsentrasi, dan lengah mengantisipasi lini kedua Persebaya.

“Kami tidak bermain jelek, mengimbangi permainan Persebaya. Namun memang ada satu hal yang membedakan, kami kurang fokus saat pergerakan tanpa bola beberapa pemain, terutama pada saat second ball, baik itu dari sepak pojok, maupun dari tendangan bebas,” ungkapnya.

“Semuanya melihat ke bola tanpa melihat ada pergerakan dari lawan yang tanpa bola. Tetapi mereka berusaha memperbaikinya di babak kedua, dan secara keseluruhan ada perkembangan.”

RD mengakui timnya sempat mempunyai asa mengejar ketertinggalan 3-0 usai Persebaya bermain dengan sepuluh orang. Bahkan Hendra Bayauw mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1.

“Ketika bermain dengan sepuluh pemain, Persebaya mengubah formasi menjadi 4-4-1, meletakkan satu pemain di depan. Kami juga berusaha mengubah formasi dengan mengganti satu flank,” jelasnya.

“Kemudian kami menempatkan Septian David agar bermain lebih ke tengah mendampingi Fernando, dan mendorong Guthrie ke depan dengan tujuan mempertajam serangan. Tapi memang Persebaya bermain cukup efektif dalam bertahan, apalagi saat bermain dengan sepuluh pemain.” (gk-62)

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1.Dikartu Merah, Berapa Laga Skors Yang Layak Untuk Ronaldo?
2.Lemah Bertahan, Jurgen Klopp Sengaja Sasar Neymar
3.Panpel Naikkan Harga Tiket Laga Persija vs Persib
4.Pertama Kali Dalam Sejarah, Dua Tim Duduk Di Puncak Ranking FIFA
5.11 Kartu Merah Cristiano Ronaldo Sepanjang Karier
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia
Footer - Liga 1Goal Indonesia
Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google