Liga 1 belum jelas kapan kembali digelar, namun sudah banyak rumor yang bikin klub bingung. Salah satu wacana yang sempat merebak adalah pengurangan kuota pemain asing, dari empat, menjadi tiga.
Tentunya hal ini berbenturan dengan beberapa klub yang sudah mengontrak empat pemain asing, dengan spesifikasi tiga dari negara bebas, dan satu dari negara Asia. Banyak klub yang enggan wacana ini terwujud.
Rahmad Darmawan sebagai pelatih kepala Madura United sempat berkomentar soal wacana ini. Menurutnya, pengurangan kuota pemain asing untuk Liga 1 2021 hanya bikin repot, karena terkesan terlalu mendadak.
“Ini yang mungkin menjadi kerepotan untuk tim kami, karena kami sekarang sudah mempunyai empat pemain asing," buka sosok pelatih yang akrab disapa RD tersebut, dikutip dari laman resmi Madura United.
“Ini kan baru wacana ya bukan keputusan, bagaimana dengan klub yang sudah terlanjur memiliki empat pemain asing kami rasa agar diberi keputusan mengenai hal ini,” sambung mantan pelatih Persija Jakarta ini.
Aurelius BalakosaSebelumnya beberapa klub sudah mengomentari wacana ini dan menyatakan tidak setuju, seperti Bhayangkara FC melalui COO mereka, Sumardji. Rencana yang mendadak seperti ini hanya akan membuat klub yang sudah punya empat pemain asing kebingungan.
RD sendiri punya prinsip tidak masalah jika Liga Indonesia hanya diperkuat tiga pemain asing untuk setiap klub. Asalkan, hal penting seperti ini bukan diputuskan beberapa bulan sebelum kompetisi dijalankan.
“Pada prinsipnya tidak ada masalah jika semua tim ini setuju, cuma bagaimana dengan tim yang sudah memiliki empat pemain asing, itu saja. Maka kami berharap ada kebijakan yang matang untuk hal seperti ini," tutupnya.
Bicara soal pemain asing, Laskar Sapeh Kerrab saat ini telah memiliki Jaimerson Xavier di posisi bek tengah, Jacob Pepper asal Australia (gelandang), Bruno Lopes, dan Hugo Gomes dos Santos, yang keduanya berasal dari Brasil.
PSSI sebaga induk federasi sepakbola Indonesia sudah membantah bahwa wacana ini akan difinalisasi dan digunakan pada musim ini. Hal tersebut ditegaskan oleh pelaksana tugas sekretaris jenderal Yunus Nusi, yang kaget kabar ini merebak ke masyarakat.
Goal Indonesia

