LIPUTAN RIZKAART CENDRADIPUTRA DARI BOGOR
Pelatih TIRA-Persikabo (TRKabo) Rahmad Darmawan merasa lega keputusannya mengubah skema permainan jelang pertandingan membuahkan hasil positif berupa kemenangan 2-0 atas Semen Padang, Sabtu (2/2) malam WIB, pada leg kedua babak 32 Besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Pakansari.
Rahmad mengungkapkan, perubahan mendadak itu disebabkan pengurusan administrasi pemain tuntas beberapa saat sebelum laga. Bahkan Loris Arnaud yang baru mengikuti latihan dipaksa bermain. Arnaud membayar kepercayaan itu dengan satu gol.
“Ada beberapa pergantian di menit akhir pendaftaran pemain akibat masalah administrasi. Saya jujur memaksakan Loris Arnaud untuk bermain, karena ia baru latihan kemarin,” jelas RD, sapaan Rahmad.
“Kami bermain cukup efektif, dan menunggu, karena kami tahu Semen Padang akan keluar menyerang. Kami maksimalkan dengan press dan counter. Secara keseluruhan ada kemajuan dari pemain, tapi kami akan terus mengoreksi situasi tim, dan dalam waktu dekat berangkat ke Medan untuk melanjutkan persiapan.”
Sementara pelatih Semen Padang Syafrianto Rusli mengakui kelengahan di sektor belakang menjadi penyebab kekalahan anak asuhnya. Sempat menahan imbang tanpa gol di babak pertama, gawang Teja Paku Alam akhirnya bobol dua kali pada paruh kedua.
“Sebetulnya kami melihat permainan cukup bagus, dan saling jual-beli serangan. Namun ada beberapa peluang yang gagal kami manfaatkan. Sama-sama menguasai permainan, tapi di babak kedua ada kesalahan individu di belakang, sehingga bola mudah hilang, dan pemain lawan bisa menciptakan gol,” ujar Rusli.
“Mungkin secara tim kami belum begitu siap, artinya kami baru berkumpul sudah mengikuti Piala Indonesia. Tim yang dulu Liga 2 hanya 50 persen, mereka juga belum menyatu, dan kondisi belum bagus.”
“Materi masih banyak, lokal masih ada empat lagi, asing ada dua lagi. Sudah datang satu Mario Garcia dari Argentina, dan Minggu depan masuk lagi satu dari Estonia. Sekarang materi belum semuanya.” (gk-61)
Goal Indonesia