Raheem Sterling mengakui jalannya tidak mudah baginya sebagai pemain internasional Inggris, dengan striker Manchester city itu menyebut dirinya mendapat "kritik yang tidak adil".
Sterling, yang sejauh ini mencetak tiga gol di Euro 2020, sedang dalam proses untuk membungkam para pengkritiknya lagi.
Sterling sering menjadi kambing hitam kegagalan The Three Lions, namun opini itu berubah pada musim panas ini seiring performa impresif pemain berusia 26 tahun itu di Kejuaraan Eropa.
"Ini bukan jalan yang mudah bersama tim nasional," ujar Sterling, yang memiliki 66 caps untuk timnas Inggris, kepada BBC Sport tentang karier internasionalnya.
"Di masa lalu, saya akan mengatakan kritik yang tidak adil yang akan saya dapatkan, bahkan sebelum menyentuh bola. Sebagai anak muda, sulit menghadapinya."
"Dalam hidup dan sepakbola, Anda cenderung harus menantang diri sendiri dan menerima apa adanya. Anda tidak boleh merendahkan diri sendiri, dan itulah yang telah saya lakukan. Saya pikir itu adalah salah satu sifat terbaik saya."
Euro 2016 merupakan titik terendah bagi Sterling karena ia gagal menemukan target dan banyak dikritik karena performanya di turnamen yang dilupakan untuk Inggris.
Sterling bisa kembali bangkit, namun ia mengakui kebisingan di luar bisa mempengaruhi penampilannya.
"Anda berusaha dan melakukan yang terbaik, dan saya tidak pernah benar-benar bisa memahaminya," ujar Sterling lagi.
"Hal-hal ini bisa mempengaruhi Anda. Anda mungkin berpikir itu tidak bisa, tapi satu komentar yang dikatakan satu orang - satu jurnalis atau satu mantan pemain sepakbola - itu bisa ada dalam pikiran Anda."
"Dari pengalaman itu, saya telah belajar untuk tidak melihat hal-hal ini."
Inggris akan menghadapi Denmark di semi-final Euro 2020 di Wembley, Kamis (8/7) dini hari WIB.
