Raheem Sterling

Mampukah Raheem Sterling Menjadi Solusi Masalah Gol Manchester City?

Sejak kedatangan Pep Guardiola, lima tahun lalu ke Manchester City, Raheem Sterling selalu rajin dipasang. Buktinya, pesepakbola berusia 26 tahun tersebut menjadi pemain yang paling banyak bermain sejak Guardiola mengomandoi The Citizens.

Bukan itu saja, Sterling juga jadi pemain yang paling banyak cetak gol untuk Manchester City di bawah kendali Guardiola. Sejauh ini ia sudah menjebol gawang lawan sebanyak 107 kali dalam 271 penampilan.

Terbaru, Sterling memecah kebuntuan Manchester City ketika melawan Everton, akhir pekan lalu. Ia berlari ke kotak penalti untuk memaksimalkan umpan terobosan ciamik yang disodorkan Joao Cancelo.

Gol yang dicetak Sterling, membuat Manchester City lebih leluasa dalam melancarkan tekanan. Rodri dan Bernardo Silva, menambah keunggulan The Citizens pada babak kedua sekaligus menyudahi perlawanan Everton dengan skor 3-0.

Sterling, bisa menjadi solusi lini depan Manchester City, yang kerap kali mandek. Guardiola, mesti lebih sering memasang mantan pemain Liverpool tersebut sebagai starter.

Performa Sterling pada musim ini memang belum begitu mantap. Pemain Inggris tersebut baru mampu cetak tiga gol dalam semua ajang yang dimainkan Manchester City.

Raihan tersebut berbeda jauh dibandingkan pada musim 2019/20. Saat itu, Sterling mampu mencetak 15 gol di semua ajang hingga akhir November.

"Dia membutuhkan gol. Dan, di babak pertama, dia menjadi pemain penting yang melakukan by-line dan membuat umpan," kata Guardiola, mengomentari Sterling usai laga kontra Everton.

"Dia mencetak gol brilian melalui umpan bagus dari Joao. Dia membuat permainan yang bagus," Guardiola menambahkan.

Dalam beberapa bulan terakhir, banyak pihak yang mempertanyakan masa depan Sterling bersama Manchester City. Kondisi tersebut membuat Guardiola, muak sehingga ogah membicarakannya jelang pertandingan versus Everton.

Pengabdian Streling di Manchester City, tinggal menyisakan 18 bulan lagi. Ada yang menyarankan ia meninggalkan Stadion Etihad, untuk mendapat menit bermain lebih banyak agar kemampuannya bisa makin berkembang.

Penampilan Sterling pada laga melawan Everton merupakan yang ke-300 di Liga Primer Inggris. Hanya Wayne Rooney, Gareth Barry, dan James Milner yang mencapai catatan tersebut dalam usia lebih muda.

Usai Sergio Aguero, cabut pada musim panas dan Gabriel Jesus yang sekarang lebih nyaman bermain melebar, Sterling menjadi pemain paling senior yang bisa bermain sebagai target man. Terlepas apakah itu merupakan sebuah tekanan atau ekspektasi, nyatanya ia lebih nyaman saat dimainkan melebar.

Pemain muda Cole Palmer, ditugaskan menempati posisi false nine. Ia menunjukkan kemampuan yang tidak mengecewakan pada musim pertamanya di Liga Primer Inggris.

Bernardo, Kevin De Bruyne, Foden, Ilkay Gundogan dan Sterling, adalah pemain yang diandalkan Guardiola. Kehadiran mereka membuat permainan Manchester City, penuh warna dan menakutkan tim lawan.

Bila kehilangan satu di antara lima pemain tersebut Manchester City, bakal tidak stabil. Makanya, Sterling diharapkan memperpanjang kontrak.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0