Raheem Sterling mengungkapkan bahwa dia merasa "berang" dan "marah besar" menjelang kepergiannya dari Manchester City demi gabung Chelsea.
Sterling menghabiskan tujuh tahun penuh trofi di Etihad, menjuarai Liga Primer Inggris empat kali dan mencetak 131 gol di semua kompetisi.
Namun, selama dua musim terakhir bersama Cityzens, menit bermain Sterling di bawah Pep Guardiola merosot tajam, sehingga memutuskan untuk mencari tantangan baru di tahun terakhir kontraknya.
Apa kata Sterling soal Man City?
"Saat itu saya berang, marah besar, tapi itu sudah hilang, cuma masa lalu dan saya cuma bisa fokus di masa sekarang, yakni di sini di Chelsea, dan kesempatan yang saya dapatkan untuk unjuk gigi sekali lagi," katanya kepada Sky Sports.
"Semua orang maunya merasa diinginkan, begitu pula di sepakbola. Ketika Anda bermain sepenuh hati, mengorbankan waktu ulang tahun anak Anda, dan lalu diperlakukan dengan cara tertentu, itu mengecewakan."
"Kesalahpahaman, kontrak tak diperpanjang. Sayang harus berakhir seperti itu karena saya menikmati waktu saya di sana."
"Sebagai pemain, Anda selalu ingin melakukan yang terbaik dan membantu rekan-rekan satu tim. Tapi ketika sesuatu berjalan tidak adil, itu selalu mengecewakan."
"Tapi seperti yang saya bilang, saya selalu siap menghadapi tantangan dan memastikan saya selalu siap."
Sterling masih belum menorehkan gol pertamanya buat Chelsea, dengan The Blues akan terbang ke kandang Leeds United, Minggu (21/8) besok.




