Rafly AsrulGaruda Select

Rafly Asrul - Mantan Kiper Yang Haus Gol Di Garuda Select

Rafly Asrul merupakan salah satu pemain dari Garuda Select musim ketiga. Dirinya sudah punya pengalaman mengikuti Garuda Select, setelah pada musim kedua pemain milik PSM Makassar ini juga ambil bagian.

Berposisi sebagai gelandang, siapa sangka bahwa Rafly merupakan kiper ketika awal tertarik bermain sepakbola. Dirinya menceritakan wejangan unik dari sang ayah, mengapa akhirnya bertransformasi menjadi pemain tengah.

"Dulu saya seorang kiper, waktu itu bapak saya yang bilang buat apa jadi kiper. Nanti kiper itu tangkap kotoran kalau ada di bola, jadi bapak saya minta saya ubah posisi," ungkap pemain kelahiran Februari 2003 ini, dalam wawancara.

Tumbuh besar di lingkungan sepakbola, Rafly tekun memperbaiki diri dan akhirnya pilihan untuk berubah posisi berbuah manis. Pada ajang Elite Pro Academy (EPA) U-16 2019, ia mampu menjadi topskorer dengan torehan 14 gol.

Sayangnya Rafly gagal membawa PSM meraih titel juara pada EPA U-16, namun dirinya terpantau Garuda Select sehingga bisa ikut Garuda Select musim kedua. Rafly menceritakan bagaimana perbedaan dari musim ini, dan sebelumnya.

"Tahun ini banyak latihan fisik, tahun lalu intensitasnya tidak setinggi saat ini untuk peningkatan fisik," ucap Rafly, yang menjelaskan bahwa sebab intensitas tinggi pada musim ketiga ini, tak lain karena kebijakan lockdown yang sedang diterapkan di Inggris.

"Selama ini kan lockdown, jadi kami fokus ke latihan fisik, seperti lari 3km, sprint 200 sampai 300 meter," ucapnya. "Lebih enak angkatan kedua, karena saat ini lockdown jadi kami susah bertanding," imbuh dia.

Rafly AsrulGaruda Select

Sebagai salah satu 'senior' pada Garuda Select musim ketiga ini, Rafly mengakui bahwa dirinya kerap berusaha membantu teman-teman baru selama di Inggris. Soal di lapangan, musim kedua dan ketiga pun terasa berbeda. "Banyak pemain yang sudah level tim nasional Indonesia, dan yang sekarang tidak ada. Jadi itu saja perbedaannya," tutur dia.

Bersama Garuda Select, tak hanya kemampuan di lapangan yang terus diperhatikan supaya bisa berkembang. Asupan makan sebagai seorang pesepakbola pun dibawa ke standar yang semestinya, yang membuat Rafly jadi terbiasa.

"Ya pola makan di sini membuat saya terbiasa dengan makanan yang sehat untuk saya. Mau tidak mau saya harus terbiasa, daripada tidak makan, dan itu bagus untuk saya. Ketika saya pulang ke Indonesia, kebetulan juga saya langsung latihan sama tim senior PSM Makassar, di sana juga saya terbiasa makanan diatur," ucapnya.

Berbeda dengan musim sebelumnya, Garuda Select musim ini kedatangan pemain asing yang diakui Rafly berdampak bagus untuk dirinya, dan pemain lain. Diketahui ada Elia Di Giuliomaria, dan Lorenzo Berra di slot pemain asing tersebut.

"Adanya pemain asing bagus untuk kami belajar bagaimana bahasa, dan budaya mereka. Kami juga bisa mengambil manfaat soal bagaimana permainan mereka. Memang komunikasi ada kendala bahasa, tapi mereka berbaur dengan pemain yang ada," ulas Rafly.

Iklan
0