Rafael menganggap Louis van Gaal sebagai "salah satu pelatih terburuk" yang pernah melatih dirinya, dan ia menyebut mantan manajer Manchester United itu tidak memberinya kesempatan di Old Trafford.
The Red Devils menunjuk van Gaal, yang sebelumnya pernah menangani Ajax, Barcelona, dan tim nasional Belanda, setelah memecat David Moyes di akhir musim 2013/14.
Moyes gagal memenuhi ekspektasi sebagai penerus Sir Alex Ferguson, yang memutuskan untuk mengakhiri karier gemilangnya selama 27 tahun. Dan, van Gaal dipandang sebagai pelatih yang mengembalikan pamor United karena pengalamannya yang mengesankan dalam melatih di level tertinggi.
Namun, van Gaal hanya bertahan dua musim sebagai pelatih United. Kemenangan di ajang Piala FA gagal menutupi celah buruknya penampilan tim di Liga Primer Inggris dan Eropa.
Van Gaal sempat merekrut sejumlah pemain, di antaranya Angel Di Maria, Memphis Depay, dan Morgan Schneiderlin, namun pelatih asal Belanda itu gagal membangun tim yang bisa bersaing untuk memperebutkan gelar. Ia akhirnya digantikan Jose Mourinho pada musim panas 2016.
Salah satu pemain yang tidak masuk ke dalam rencana van Gaal ketika itu adalah Rafael, yang kini melancarkan serangan kepada mantan pelatihnya itu.
"Ketika mereka mengatakan van Gaal adalah manajer, banyak teman yang menghubungi saya. Saya tidak dapat mempercayainya karena banyak orang mengatakan kepada saya bahwa ia tidak menyukai orang Brasil karena gaya permainan mereka. Mereka bilang ke saya, 'Hal pertama yang akan dia lakukan adalah mengeluarkanmu,' Sebenarnya itu adalah hal kedua karena di hari pertama, ia tidak berbicara dengan saya," ujar Rafael kepada The Athletic.
"Di hari kedua, ia berkata: 'Anda boleh pergi.' Saya bahkan tidak berlatih dan ia mengatakan itu. Saya tidak percaya. Ryan Giggs banyak berusaha untuk membela saya. Saya berbicara dengan dia dan saya tidak bisa memahaminya karena saya bahkan tidak memiliki peluang untuk menunjukkan sepakbola saya kepada van Gaal saat latihan."
"Ia baru saja datang dan bilang, 'Anda bisa pergi.' Ia tidak menjelaskan alasannya. Ia mengatakan, 'Anda tidak akan bermain musim ini, saya tidak akan menggunakan Anda, jika Anda ingin pergi, silahkan pergi.' Saya katakan, 'OK.' Saya masih berusaha memperjuangkan tempat saya. Saya bertahan satu tahun bersama dia. Itu sangat sulit."
"Ia merupakan salah satu pelatih terburuk yang saya pernah bekerja bersamanya."
Rafael, yang kini bermain untuk klub Turki, Istanbul Basaksehir, mengungkapkan bahwa van Gaal suka memberikan ceramah tentang kehidupan dan latihan beberapa kali sehari. Sang full-back menyebut hal itu tidak lebih dari cara yang didorong oleh ego untuk menegaskan otoritasnya.
"Setiap hari, setelah sarapan, setelah makan siang, atau jika kami makan malam bersama, ia akan berbicara dengan semua orang selama 15 menit tentang latihan, tentang apa yang terjadi, tentang segalanya, tentang kehidupan. Anda tahu kapan Anda mulai berhenti mendengarkan apa yang dikatakan seseorang karena mereka berbicara begitu banyak?" ujar Rafael lagi.
"Ia ingin menunjukkan bahwa dia bisa berbicara, itu dilakukan setiap hari! Anda harus menunggu semua orang menghabiskan makanan mereka untuk pergi, yang itu bagus, OK--tapi kami kemudian menyaksikan dia berbicara, selama 15 menit, dengan segala hormat, tentang omong kosong itu. Itulah kebenarannya. Itu adalah omong kosong."


