Pelatih klub Chinese Super League Dalian Pro, Rafa Benitez, mengaku tidak setuju dengan gagasan penggunaan lima pergantian pemain dalam satu pertandingan.
Aturan tersebut diterapkan sejak musim lalu pada mayoritas liga-liga Eropa dan Liga Champions pasca-penundaan kompetisi imbas pandemi virus corona.
Meski begitu, Liga Primer Inggris kembali ke regulasi penggunaan tiga subtitusi pemain pada musim ini. Hal itu pula yang sempat menuai kritik sejumlah manajer, termasuk Jurgen Klopp, Pep Guardiola, dan terbaru Gareth Southgate.
Benitez—yang merupakan eks manajer Liverpool dan Newcastle United—memaparkan pandangannya terkait aturan pergantian lima pemain tersebut yang juga diterapkan di Liga Tiongkok.
“Di Liga Tiongkok, kami telah menjalani satu musim dengan lima pergantian pemain. Ya, yang dalam setiap pertandingan hanya digunakan untuk membuang waktu. Itu bukan substansi dari pergantian pemain,” tulis Benitez dalam jurnal pribadinya, Rabu (18/11).
"Kami harus menata skuad utama dan cadangan kami, untuk menyelesaikan masalah kami di lapangan serta mengelola situasi di luar lapangan. Untuk meminimalisir cedera dan kelelahan.”
“Jumlah pertandingan internasional semestinya dikurangi dan perjalanan yang dilakukan akan lebih sedikit. Itu bisa menjadi salah satu solusi.”
“Beberapa fans yang mungkin tidak tahu berapa banyak orang yang terlibat dalam sebuah tim sepakbola profesional dan apa yang mereka lakukan. Saya telah semusim melatih di Tiongkok dan saya melihat komitmen dari elemen tim serupa dengan apa yang pernah saya rasakan di EPL, LaLiga Spanyol atau Serie A Italia.”
“Januari lalu, kami memulai pramusim di Xiamen, Tiongkok Tenggara. Kemudian semuanya dimulai: virus corona mengubah dunia, mengubah hidup kami, cara hidup kami, dan tentunya olahraga, pekerjaan kami.”
“Sepakbola berubah sejak saat itu, kami tinggal di hotel selama dua bulan untuk menjalani laga tanpa penonton, melakukan tes Covid-19 setiap lima hari sekali dan menggunakan masker setiap saat. Itu juga mengubah cara kami berlatih dan cara kami mengelola pemain,” pungkasnya.
Adapun Benitez gagal mengangkat performa Dalian Pro pada dua musim pertamanya.
Klub yang sebelumnya dikenal dengan nama Dalian Yifang tersebut cuma finis di urutan kesembilan pada musim 2019 dan menempati peringkat ketujuh dari delapan tim Grup A dalam format kompetisi dadakan musim 2020 pasca-penundaan imbas pandemi Covid-19.
