Pemain berdarah Indonesia Radja Nainggolan mengakhiri petualangannya selama 16 tahun di Italia, dan memilih kembali ke kampung halamannya untuk memperkuat Royal Antwerp di Pro League Belgia.
Kontrak Nainggolan telah diputus Inter Milan beberapa hari lalu, dan disebut bakal membela Cagliari di musim 2021/22. Selama berada di Inter, Nainggolan jarang mendapat kesempatan bermain, sehingga akhirnya dipinjamkan ke Cagliari selama dua musim.
Hanya saja, Nainggolan ternyata tidak melanjutkan karirnya di Italia, dan memilih pulang ke kota kelahirannya, Antwerp. Ia menjalani tes medis di Antwerp. Pemain berdarah Batak ini mendapat kontrak dua tahun dengan sejumlah bonus. Nainggolan diikat kontrak dengan nilai €2 juta per tahun.
“Senang rasanya bisa kembali. Saya memilih Antwerp, karena chairman klub sangat menginginkan saya, dan saya bisa kembali ke kota Antwerp. Ditambah, di sini ada proyek yang menarik,” ucap Nainggolan dikutip laman Sporza.
"Seperti yang saya katakan: ada proyek yang bagus di sini. Saya sangat percaya pada hal itu. Kami akan terbang dengan cepat. Hari ini, saya melakukan hal-hal yang biasa ada di program seperti halnya di bursa transfer.”
Kehadiran Nainggolan di Antwerp ternyata juga mendatangkan kejutan. Pasalnya, Antwerp merupakan rival utama Beerschot AC. Nainggolan mengawali dunia sepakbola dengan bergabung ke akademi Beerschot di usia 12 tahun.
“Saya memang dibesarkan di Beerschot, dan akan selalu berterima kasih kepada klub. Tapi dalam sebuah karier, terkadang Anda harus membuat pilihan,” ucap pemain berusia 33 tahun itu.
“Ini bukan pilihan untuk menentang suporter Beerschot. Ini adalah pilihan untuk diri saya sendiri. Saya telah jauh dari rumah selama 16 tahun, dan sekarang saya senang bisa kembali ke Antwerp.”
Sementara itu, salah satu legendaris Belgia, Eric van Meir, menyebutkan, kembalinya Nainggolan ke Antwerp mendatangkan keuntungan tersendiri bagi Pro League.
“Nainggolan akan membawa banyak pengalaman ke klub. Saya membandingkan transfernya dengan transfer Mignolet ke Club Brugge. Mereka adalah pemain yang tidak Anda harapkan untuk kembali ke Belgia begitu cepat. Jika dia tetap fit, dan saya mengharapkan itu, dia adalah aset mutlak bagi Antwerp dan liga Belgia,” imbuh Meir.




