Felix Sanchez resmi meninggalkan posisinya setelah lima tahun menjabat sebagai pelatih timnas Qatar, Jumat (30/12).
Aman dikatakan, Sanchez gagal total di Piala Dunia. Secara statistik, Qatar jadi tim tuan rumah terburuk dari negara tuan rumah mana pun dalam sejarah turnamen sepakbola paling antarnegara paling bergengsi tersebut!
Tidak ada tim tuan rumah lain yang menelan tiga kekalahan dalam tiga pertandingan di fase grup, itu belum ditambah dengan kebobolan hingga tujuh gol!
Memulai karier kepelatihan di tim muda Barcelona, Sanchez hijrah ke Timur Tengah sebagai pelatih tim akademi Qatar pada 2006 sebelum dipercaya menangani Qatar U-19, Qatar U-23, hingga bos timnas Qatar pada 2017.
Selama masa bakti pelatih asal Spanyol itu di Qatar, ia membawa Qatar U-19 menjuarai Piala Asia U-19 2014, menuntun Qatar U-23 menempati urutan ketiga Piala Asia U-23 2018, dan mengantar timnas Qatar menjadi kampiun Piala Asia 2019.
Federasi Sepak Bola Qatar (QFA) mengatakan bahwa kepergian Sanchez "disepakati bersama", dengan kontraknya akan berakhir pada Sabtu (31/12).
"Keluarga sepak bola Qatar akan selalu berterima kasih atas kesuksesan yang dia bawa untuk sepak bola Qatar selama bertahun-tahun," ucap Presiden QFA, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani.
Sementara itu, Sanchez mengaku merasa terhormat berkesempatan melatih Qatar selama lima tahun terakhir.
"Saya hanya bisa berterima kasih kepada QFA, Presiden Sheikh Hamad, dan para pemimpin negara atas kepercayaan dan dukungan mereka selama periode di mana kami mencapai banyak hal bersama," ucap Sanchez.
"Qatar, rakyatnya, dan sepak bolanya akan selalu ada di hati saya. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk membiarkan orang lain mengambil tanggung jawab tim dan bagi saya untuk mengeksplorasi tantangan baru," tambahnya.
Pada Piala Dunia 2022, Qatar tergabung di Grup A dengan menelan kekalahan berentet dari Ekuador (0-2), Senegal (1-3), dan Belanda (0-2).
