Christian Pulisic mengungkapkan impiannya untuk bisa melihat Lionel Messi pindah dari Barcelona dan bermain bersamanya di Chelsea, serta menyebut Luis Figo sebagai idolanya.
Messi kerap dipandang sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepakbola, setelah menetapkan standar kualitas yang belum pernah ada sebelumnya dalam 16 tahun kariernua di Camp Nou.
Sang superstar Argentina berusia 32 tahun juga merupakan pencetak gol terbanyak Barcelona sepanjang masa dengan trorehan 627 gol dalam 718 penampilan, serta menyandang status sebagai pemenang enam Ballon d'Or, satu penghargaan lebih banyak ketimbang Cristiano Ronaldo.
Selain itu, Messi membantu Barcelona memenangkan total 33 trofi, termasuk 10 La Liga dan empat Liga Champions, sembari membuktikan dirinya sebagai sosok yang profesional dan loyal kepada Blaugrana.
Di sisi lain, Pulisic masih baru dalam tahap awal kariernya, namun diyakini dalam beberapa tahun ke depan akan mampu mencapai puncak level permainannya.
Winger berusia 21 tahun itu pindah dari Borussia Dortmund dari Chelsea senilai £59 juta pada 2019 lalu, dan telah menyumbang enam gol dan enam assist dalam musim pertamanya di Inggris.
Kemajuan yang dibuat sang penggawa internasional Amerika Serikat (AS) sejauh ini terhenti oleh pandemi virus corona, dan saat menjalani masa karantina sembari melakukan latihan mandiri, ia menjawab beberapa pertanyaan di aplikasi resmi Chelsea.
Soal siapa pemain yang sangat ia inginkan untuk bermain bersama di Chelsea, Pulisic menjawab: "Itu sulit, kawan!"
"Maksud saya, Figo adalah pemain favorit saya saat bertumbuh sebagai pemain tapi saya pasti tidak akan keberatan untuk bermain bersama [Lionel] Messi di tim saya. Bisakah saya memilih keduanya?"
Sang bintang muda Chelsea lebih lanjut mengungkapkan alasannya memilih legenda Real Madrid dan Portugal, Figo sebagai pemain panutannya: "Idola sepakbola pertama saya adalah Luis Figo."
"Ia adalah seseorang yang saya ikuti ketika masih belia."
"Kostum pertama yang saya miliki adalah kostum Luis Figo dan saya ingat memakainya ketika bermain sepakbola dengan ayah di ruanh bawah tanah rumah di Hershey."
"Sebenarnya, nama panggilan saya saat itu adalah Figo! Ayah saya memulai itu dan terkadang ia masih memanggil saya seperti itu sekarang."


