TOPSHOT-FBL-AFR-2025-SEN-MAR-TROPHY-PARADEAFP

Diterjemahkan oleh

Pukulan telak bagi Senegal... Keputusan baru yang mengguncang Piala Dunia!

Krisis organisasi yang membayangi Piala Dunia 2026 terus berlanjut, setelah pihak berwenang Senegal mengumumkan bahwa semua permohonan visa yang diajukan oleh para pendukung yang ingin bepergian ke Amerika Serikat untuk mendukung tim nasional negaranya telah ditolak, sebuah perkembangan yang semakin memperdalam kontroversi seputar kebijakan pemerintahan Trump terhadap turnamen tersebut.

Pihak berwenang Senegal menegaskan, dalam pernyataan kepada kantor berita "AFP" hari Jumat ini, bahwa tidak akan ada rombongan resmi suporter yang berangkat ke Amerika Serikat untuk mendukung "Singa Teranga", setelah semua pemohon gagal mendapatkan visa masuk, sebuah pukulan telak bagi harapan para penggemar Afrika.

Krisis ini tidak hanya terjadi di Senegal, tetapi juga meluas ke Pantai Gading, di mana pemerintahan Trump menolak semua permohonan visa yang diajukan oleh para pendukung "Gajah", yang berjumlah sekitar 500 orang, sehingga menghalangi mereka untuk mendukung tim nasional mereka dalam partisipasi pertama mereka di Piala Dunia setelah bertahun-tahun.

Keputusan ini muncul setelah penolakan serupa yang menimpa wasit Somalia Omar Abdulqadir Artan, yang dilarang masuk ke Amerika Serikat meskipun telah ditunjuk secara resmi oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk memimpin salah satu pertandingan turnamen, sebuah preseden yang dianggap pertama kali dalam sejarah Piala Dunia.

Krisis-krisis beruntun ini menjadi pukulan telak bagi reputasi turnamen, yang sejak awal diwarnai masalah-masalah organisasi di luar lapangan terkait visa suporter, pemain, dan wasit, padahal edisi pertama Piala Dunia dengan sistem 48 tim ini seharusnya menjadi perayaan sepak bola global.

Kebijakan pemerintahan Trump yang ketat terkait pemberian visa menimbulkan kekhawatiran yang semakin meningkat di kalangan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), yang khawatir akan dampak keputusan ini terhadap kehadiran penonton, terutama dari benua Afrika, yang dapat menghilangkan pesona dan karakter global turnamen ini.

Sampai saat ini belum ada komentar resmi dari FIFA atau pihak berwenang Amerika terkait krisis ini, di tengah meningkatnya kritik terhadap panitia penyelenggara, yang oleh banyak pihak diminta untuk segera turun tangan menyelesaikan masalah ini sebelum semakin memburuk dan membayangi jalannya kompetisi.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google