Komite Disiplin PSSIPSSI

PT Liga Indonesia Baru Alihkan Subsidi Kalteng Putra Untuk Bayar Gaji Pemain

Penggawa Kalteng Putra sedikit bisa bernafas lega setelah komite disiplin (Komdis) PSSI memerintahkan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengalihkan subsidi klub untuk membayar gaji pemain.

Keputusan itu dikeluarkan Komdis PSSI berdasarkan sidang pada 8 Februari, dan baru dirilis hari ini. Seperti diketahui, penggawa Kalteng Putra melakukan aksi mogok bertanding, karena gaji mereka belum diberikan manajemen klub.

Dalam dua play-off Liga 2, pemain Kalteng Putra memang tidak hadir di lapangan. Setelah pertandingan melawan PSCS Cilacap pada 27 Januari, mereka juga tidak melakoni laga melawan Persekat Tegal di 3 Februari. Pada sanksi sebelumnya, Kalteng Putra mendapat pengurangan sembilan poin, namun kali ini Komdis menyatakan Kalteng Putra kalah 3-0 dari Persekat.

Selain sanksi tersebut, Komdis memerintahkan Kalteng Putra untuk tetap membyar denda Rp500 juta, serta melunasi gaji pemain. Subsidi yang seharusnya diterima Kalteng Putra juga dialihkan untuk membayar tunggakan gaji pemain.

“[Kalteng Putra] Melakukan pelanggaran berulang, yaitu tidak hadir di tempat pertandingan, meskipun sudah dijadwalkan sebelumnya,” demikian pernyataan Komdis terkait pelanggaran yang dilakukan Kalteng Putra dilansir laman resmi PSSI.

“sanksi larangan melakukan pendaftaran pemain sampai kewajiban denda yang dibebankan kepada Kalteng Putra FC, dan pemenuhan pembayaran gaji pemain selesai.”

“Penyitaan sisa subsidi yang berada di PT Liga Indonesia Baru yang perhitungan dan pembayarannya akan dilakukan oleh PT Liga Indonesia Baru, seluruhnya untuk pemain Tim Kalteng Putra FC.”

Di samping sanksi kepada Kalteng Putra, Komdis juga memberikan hukuman denda kepada sejumlah klub Liga 2 akibat ulah tidak terpuji penonton dalam pertandingan, seperti menyalakan flare, melakukan pelemparan, dan masuk ke dalam lapangan.

Klub yang mendapatkan getah dari ulah penonton itu adalah PSMS Medan yang mendapat dua hukuman denda dengan total Rp50 juta, lalu Sriwijaya FC (Rp25 juta), Persipa Pati (Rp25 juta), dan Semen Padang (Rp10 juta).

Iklan
0