Direktur utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita, mewajibkan klub Liga 1 musim ini menyerahkan hasil swab test. Maksimal hasil tes tersebut dikasihkan satu pekan sebelum kompetisi dimainkan.
Sejumlah klub sudah melakukan persiapan jelang kembali bergulirnya Liga 1 musim ini. Sebelum menggelar latihan para kontestan tersebut sudah melakukan swab test untuk memastikan tidak ada yang terinfeksi virus corona.
Akan tetapi, hasil swab test yang sudah dilakukan tersebut belum diserahkan kepada PT LIB. Oleh karena itu, Akhmad meminta para klub memberikannya untuk didata.
"Waktu manager meeting kemarin, klub maksimal menyerahkan hasil swab test pada 23 September 2020," kata Akhmad di Jakarta, Rabu (19/8).
Rencananya, ada 11 kali swab test selama perguliran Liga 1, yang seluruh biayanya ditanggung PT LIB. Setiap 14 hari sekali klub mulai dari pemain, pelatih, sampai ofisial wajib untuk menjalani tes tersebut.
"Satu minggu sebelum pertandingan klub wajib melakukan swab test. Nanti setelah tes mandiri, kami akan melakukan swab test lagi dan itu kami yang biayain," ucapnya.
Mario SonathaPT LIB juga memastikan bakal terbuka dengan hasil swab test yang dilakukan. Bila ditemukan ada yang terinfeksi virus corona operator kompetisi tersebut akan memberitahukan kepada publik.
Sebelum kompetisi dilaksanakan pada 1 Oktober mendatang, PT LIB akan menggelar lokakarya mengenai protokol kesehatan. Seluruh klub bakal mendapat penjelasan tentang penerapan yang dilakukan.
Seluruh pertandingan lanjutan Liga 1 dilangsungkan di Pulau Jawa dengan tanpa kehadiran penonton. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisir risiko penyebaran virus corona.
Sementara buat klub yang bukan berasal dari Pulau Jawa, PT LIB menyiapkan dua tempat yakni Stadion Maguwoharjo, Sleman, dan Stadion Sultan Agung, Bantul. PT LIB juga sudah mengecek kesiapan tempat itu.
PT LIB menyiapkan dua bus untuk setiap klub yang melakukan perjalanan laga tandang dalam lanjutan Liga 1 musim ini. Para kontestan dilarang menaiki kendaraan lain.
Penyediaan bus tersebut untuk menjaga pemain, pelatih, dan ofisial klub Liga 1 dari infeksi virus corona. Maklum, penyebaran virus tersebut masih luas di Tanah Air.
