PT Liga Indonesia Baru (LIB) mendapat keuntungan puluhan miliar dari memutar Liga 1 2022/23. Terungkapnya hal itu usai operator kompetisi tersebut menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023.
Hanya saja, direktur utama PT LIB Ferry Paulus ogah menjelaskan jumlah pasti keuntungan yang didapat. Ia lebih memiih untuk merahasiakan karena merasa tidak etis mengungkapnya ke publik.
Ferry menyatakan baru pertama kali PT LIB bisa mendapat keuntungan. Oleh karena itu ia bersama pemilik saham yang tak lain adalah 18 klub Liga 1 dan PSSI sangat senang
"Rasanya itu dapurnya perusahaan tetapi puluhan miliar [keuntungan]. Jadi memang selama ini kita enggak pernah mendapatkan profit dari liga, baru tahun ini," kata Ferry.
Selain itu, Ferry meyakini PT LIB bakal terus meraih keuntungan pada musim-musim berikutnya. Keyakinan tersebut muncul setelah ia melihat proyeksi kompetisi yang terus meningkat.
"Layaknya perusahaan tentunya semua pemasukan atau barangkali apa namanya laba dari perusahaan akan dikembalikan kepada pemegang saham. Kembali dalam hal ini akan terus menambah peningkatan dari kontribusi kepada pemegang saham yaitu klub," ucapnya.
Meski mendapat keuntungan yang lumayan, Ferry menyebut klub tidak dikasih uang sepeser pun. Keadaan tersebut karena laba yang didapatkan dipakai PT LIB mempersiapkan Liga 1 2023/24.
"Setiap keuntungan di tahun yang sebelumnya tentunya akan diberikan untuk persiapan kontribusi tahun berikutnya. Sehingga tadi yang saya sampaikan ke klub bahwa dari hasil keuntungan tadi kita punya investasi juga untuk LED, dan VAR," ujarnya.
"Itu semua sudah siap paling tidak modal-modal awal itu sudah siap kita dapatkan dari keuntungan tadi, selain ada peningkatan dari dana kontribusi tadi," ia menambahkan.
