PSBK - Persewangi Play Off KhususGoal / Abi Yazid

PT LIB Tak Mau Salahkan PSSI Soal 'Play-Off' Khusus


OLEH   MUHAMMAD RIDWAN

PT Liga Indonesia Baru (LIB) tak mau menyalahkan PSSI terkait perbedaan persepsi perhitugan kelolosan PSBK Blitar dan Persewangi Banyuwangi. Hal ini membuat polemik sehingga harus diadakan laga play-off khusus antara kedua tim.

Bila merujuk regulasi yang ada PT LIB menyebutkan Persewangi adalah tim yang seharusnya lolos ke play-off Liga 2 Grup H. Mengingat, mereka mempunyai head to head yang sama dengan PSBK, namun unggul produktivitas gol.

Di mana pada pertemuan pertama PSBK sanggup menang 2-0 di Blitar. Sementara ketika berlaga di Banyuwangi gantian Persewangi yang mampu meraih poin penuh dengan skor 2-1.

Tak terima dengan cara perhitungan kelolosan tersebut PSBK langsung mengirimkan surat banding kepada PSSI. Akhirnya, induk sepakbola nasional ini mengabulkan permintaan PSBK sehingga ada play-off khusus. 

Tentunya hal tersebut menimbulkan tanda tanya besar. Sebab, PSSI secara sepihak mengambil keputusan tanpa mengajak operator kompetisi berunding. PT LIB juga menegaskan Persewangi merupakan tim yang lolos sesuai dengan regulasi yang ada.  

"Kewenangan murni ada di federasi. Kita harus hormati itu keputusan PSSI dan posisi liga menjalankan ini semuanya. Kita juga berharap dengan ini menjadi sebuah pelajaran kesemuanya bahwa pemahamanan regulasi harus dipegang baik-baik," kata COO PT LIB Tigor Shalomboboy. 

"Ini awalnya permasalahan head to head yang hitung prosesnnya berbeda dan melebar kemana-mana. Kita juga berharap ini bisa menjadi terakhir dan di tahun berikutnya tidak terjadi lagi. Tapi bicara lagi, ini semua ada kewenangan di federasi."

"Sampai hari ini pun, kami tetap Persewangi [yang lolos]. Tidak ada surat dari liga yang menyatakan membatalkan ketetapan itu. Bagi kami, apa yang kami lakukan dan menjadi pemahaman kami tenatang head to head ya seperti itu," ia menambahkan.

Entah siapa yang harus disalahkan dalam kasus ini. PSSI dan PT LIB mempunyai pemahaman berbeda tentang kasus kelolosan kedua tim tersebut. 

Hasil tragis dialami Persewangi saat memainkan laga play-off khusus kontra PSBK. Persewangi dinyatakan kalah 3-0 dan harus membayarkan denda Rp100 juta karena pertandingan terhenti pada menit 86 akibat kericuhan di dalam lapangan.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0