PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan bergerak cepat untuk menjalankan instruksi yang diberikan PSSI. Operator kompetisi tersebut diminta cari jalan terkait lanjutan Liga 1 dan 2.
PSSI melalui rapat komite eksekutif (Exco), memutuskan menunda Liga 1 dan Liga 2 ke awal tahun depan. Hanya saja, belum diketahui kapan kepastian waktu kedua kompetisi tersebut bakal dilangsungkan.
"Dalam waktu dekat akan mencari solusi yang terbaik bagi kelanjutan kompetisi musim 2020. Segala aspek akan kami pertimbangkan agar bisa menentukan kebijakan yang paling tepat dari situasi yang dihadapi sepakbola Indonesia saat ini," kata direktur utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita.
Akhmad menjelaskan tidak bakal berkomunikasi dengan klub Liga 1 dan Liga 2, untuk membicarakan soal kompetisi. Melainkan mereka melibatkan pihak terkait seperti sponsor, pemerintah hingga kepolisian.
"Perlu kami komunikasikan dengan beberapa pihak karena akan berhubungan langsung dengan kelancaran kompetisi, detail dan transparansi pembiayaan secara keseluruhan, sampai dengan efektivitas informasi ke masyarakat pecinta sepakbola nasional," ujarnya.
Mario SonathaLiga 1 sudah berhenti bergulir sejak pertengahan Maret lalu, akibat pandemi virus corona. Dari 18 klub yang ada, cuma Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya, yang baru memainkan dua pertandingan, sementara kontestan lainnya telah tampil tiga laga.
Sebelumnya, lanjutan Liga 1 musim ini direncanakan bergulir di Oktober ini. Namun, Kepolisian Republik Indonesia tidak mengeluarkan izin keramaian kompetisi sepakbola kasta teratas Tanah Air tersebut dilangsugkan.
PSSI kemudian menggelar rapat dengan klub Liga 1 dan PT LIB. Hasilnya, seluruh kontestan sepakat untuk melanjutkan kompetisi musim ini pada 1 November mendatang.
Akan tetapi, Kepolisian Republik Indonesia bersikukuh tidak mengeluarkan izin keramaian. Penyebabnya, karena belum berakhirnya pandemi virus corona dan bakal diadakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Saat ini mayoritas klub Liga 1 sudah meliburkan skuadnya. Para pemain diminta untuk berlatih mandiri dari kediaman masing-masing.
Upaya tersebut untuk menjaga kondisi pemain agar tidak turun drastis ketika kembali berkumpul. Tim pelatih juga tetap memantau para pemain selama libur.
