OLEH MUHAMMAD RIDWAN
PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi di Tanah Air, mengakui masih menunggak pembayaran subsidi kepada para peserta Liga 1. Padahal, kasta teratas sepakbola nasional tersebut sudah berakhir sejak 12 November 2017.
Akibatnya, sejumlah klub belum bisa melunaskan kewajibannya ke para pemainnya. Contohnya Arema FC yang kabarnya sudah menunggak gaji timnya hingga satu bulan lebih.
Tentu ini menimbulkan pertanyaan besar. Mengingat PT LIB sudah bekerja sama dengan beberapa sponsor sejak awal bergulirnya Liga 1 musim 2017, seperti Go Jek dan Traveloka yang menjadi titel resmi kompetisi tersebut.
Sebelum bergulirnya Liga 1, setiap klub dijanjikan menerima uang subsidi Rp7,5 miliar. Nominal tersebut dibayarkan ke dalam beberapa termin hingga berakhirnya kompetisi.
COO PT LIB Tigorshalom Boboy, menyebutkan pihaknya tidak bermaksud sengaja melakukan hal ini. Namun, karena ada sesuatu yang tak bisa dijabarkannya ke publik dana tersebut belum diberikan ke klub.
"Sebenarnya kami sudah sampaikan itu pas pertemuan terakhir di Hotel Sultan, dan kami juga sampaikan juga ke Exco [PSSI]. Kami bukannya ingin mengabaikan, tapi karena waktunnya saja belum bisa tereksekusi dalam waktu dekat," ucap Tigor.
"Teman-teman klub juga tahu itu. Kami tidak mau lari dari tanggung jawab. Kami akan selesaikan secepatnya. Paling tidak Desember tahun ini sudah selesai. Masih ada tiga bulan [tunggakkan], Rp625 juta dikali tiga. Plus Rp1,5 miliar [uang subsidi terakhir]," tambahnya.
