Mochamad IriawanAlvino Hanafi

PSSI Telah Laporkan Insiden Di Malaysia

PSSI membuat sejumlah laporan kepada federasi sepakbola Malaysia (FAM) atas insiden yang menimpa suporter Indonesia pada laga lanjutan Grup G kualifikasi Piala Dunia, di Stadion Bukit Jalil, (19/11). Duel ini berkesudahan untuk kemenangan pasukan Tan Cheng Hoe, dengan skor 2-0.

Para suporter Indonesia yang datang langsung ke stadion mendapat sambutan yang kurang baik. Satu di antaranya pendukung Malaysia melempatkan cerawat ke tribune suporter Indonesia saat laga berlangsung.

"Ada dua hal yang sedang kita lakukan. Pertama, terkait insiden yang terjadi saat pertandingan di stadion, seperti pelemparan petasan, kembang api atau bom asap yang dilakukan suporter tuan rumah, ini sudah kami laporkan. Sementara soal dugaan penganiyaan suporter Indonesia di luar stadion ini sedang kami dalami," kata ketua umum PSSI Mochamad Iriawan dikutip dari laman PSSI.

PSSI juga sudah berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia, Komisaris Besar Polisi Chaidir dan KBRI terkait insiden pemukulan yang terjadi tanggal 18 November 2019. Saat ini proses hukum telah dijalankan di Kepolisian Malaysia.

Bukan itu saja, PSSI telah menerima laporan dan berkoordinasi, soal tiga suporter yang ditahan dan diperiksa karena menyebar berita bohong terkait isu terorisme. KBRI akan mengajukan permohonan akses konsuler untuk dapat menemui dan mendampingin ketiga orang tersebut.

"Jadi, semua insiden yang terkait area sepakbola yakni pertandingan dan aktivitas di stadion, ini sudah kami laporkan. Sementara yang di luar area sepakbola kita dalami dan kita koordinasikan dengan pihak terkait," ujarnya. 

PSSI pun mengutuk keras segala kekerasan yang terjadi di dunia sepakbola. Seharusnya, sepakbola bisa menyatukan semua unsur dan tidak aksi tidak terpuji tersebut.

"Perilaku diskriminatif selalu kami tentang. Mari kita menjunjung tinggi prinsip-prinsip fair-play dan mengambil peran dalam sepakbola dengan semangat persatuan, rasa hormat dan kesetaraan. Katakan ya untuk keberagaman, katakan tidak untuk segala bentuk diskriminasi," ucapnya.

Iklan
0