Federasi sepakbola Palestina (PFA) telah memilih Kuwait sebagai kandang mereka untuk pertandingan Grup I kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Australia pada 21 November.
Lions of Canaan mengalami kesulitan untuk menggelar laga kandang akibat konflik Palestina-Israel yang memanas dalam beberapa pekan terakhir. Konflik itu pun telah memakan ribuan korban jiwa.
Sejumlah negara telah mengajukan diri untuk membantu Palestina menggelar laga kandang mereka melawan Australia, seperti Aljazair dan Malaysia. PSSI pun menyampaikan keinginan menjadi tuan rumah untuk Palestina.
“Kami menawarkan Indonesia sebagai kandang bagi Palestina saat mereka memainkan laga kandang kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Australia bulan ini. Kandang kami kandang Palestina juga,” ujar ketua umum PSSI Erick Thohir melalui laman resmi organisasi sepakbola nasional tersebut.
PSSI telah mengirim surat elektronik kepada PFA mengenai kesediaan Indonesia menjadi kandang Palestina untuk pertandingan itu. Namun tidak disebutkan secara rinci waktu pengiriman surat elektronik tersebut.
Pasalnya, konfederasi sepakbola Asia (AFC) telah mengabulkan permohonan PFA untuk menjadikan Kuwait sebagai venue menggelar laga kandang Palestina pada 28 Oktober.
Wakil presiden PFA Susan Shalabi mengutarakan, alasan memilih Kuwait untuk menggelar pertandingan ini disebabkan faktor kedekatan geografis.
“Presiden Anda (ketua umum), Bapak Erick Thohir, sungguh telah menunjukkan kehebatannya, solidaritas dan kemurahan hati dengan menawarkan akomodasi, transportasi darat, bahkan stadion untuk pertandingan dengan biaya sendiri,” ujar wakil presiden PFA Susan Shalabi.
“Sikap ini menunjukkan semangat persatuan dan dukungan Indonesia terhadap Palestina.”
“Tolong kirimkan ucapan terima kasih kami kepada Presiden Thohir atas kebaikannya. Pelatih kepala dan direktur teknis memilih Kuwait, karena [faktor] kedekatannya. Kami mengucapkan terima kasih dengan sepenuh hati atas tawaran baik Anda, dan menantikan kelanjutan kerja sama antar asosiasi kami.”
