Ketua umum PSSI Erick Thohir menyatakan induk organisasi sepakbola nasional berusaha meningkatkan kualitas Liga 1, dan menganggap komersialisasi kompetisi bisa mewujudkan hal itu.
Erick mengungkapkan, pihaknya berusaha melakukan terobosan setelah melakukan studi banding dari negara maju dalam sepakbola, seperti Jepang dan Jerman yang. Menurut Erick, kedua negara itu telah memperlihatkan kualitas sepakbola di suatu negara akan maju jika aspek komersialisasi tinggi.
“Terobosan paling utama menyangkut komersialisasi dengan kehadiran sponsor, broadcast, dan sebagainya. Namun jangan dinilai PSSI hanya memikirkan bisnis,” ucap Erick dikutip laman resmi PSSI.
“Usaha komersialisasi didasari atas keinginan PSSI meningkatkan kualitas program, terutama program kompetisi liga. Jika dari aspek komersialisasi, liga punya pendanaan yang kuat, pasti kualitasnya naik dan itu akan berpengaruh pada klub dan akhirnya timnas.”
“Lihat Jepang yang organisasi sepakbolanya punya pendapatan US$200 juta, dan punya fasilitas bagus, program bagus, serta timnas yang langganan ikut Piala Dunia.”
“Lalu Jerman dengan pendapatan liga mencapai lebih dari US$4,2 miliar, terbesar kedua setelah Inggris. Artinya jika organisasi punya pendanaan yang kuat, maka kualitas liga akan naik. Itu fakta.”
Mantan presiden Inter Milan ini menambahkan, seluruh klub Liga 1 dan para pemain harus bisa memanfaatkan dukungan yang diberikan pemerintah, PSSI, sponsor, dan pihak broadcast.
Pemerintah juga sudah berkomitmen mengeluarkan Rp1,9 triliun untuk merenovasi 22 stadion, sesuai blue print PSSI yang sudah disampaikan ke FIFA. Dukungan ini diharapkan bisa membuat Liga 1 menjadi nomor satu di Asia Tenggara dengan rating TV naik dan kualitas permainan juga meningkat.
Demi mendukung aspek komersialisasi ini, Erick menilai perlunya pemasangan papan iklan dioda pemancar cahaya (LED, karena menaikkan visual di lapangan, sehingga terlihat lebih bagus.
Selain faktor itu, sejumlah elemen lainnya juga dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas. PSSI menggelar pelatihan bagi wasit agar integritas pengadil lapangan membaik, dan pertandingan berjalan bersih.
Begitu juga dengan penerapan video assistant referee (VAR), serta perbaikan stadion-stadion demi mendukung pertandingan, siaran televisi, kenyamanan, dan keamanan bagi penonton.
