PSSI secara resmi mengumumkan personel untuk mengisi struktur Badan Penyelesaian Sengketa Nasional (NDRC) yang menuntaskan berbagai permasalahan antara pemain dan klub di masa mendatang.
Dalam struktur itu, memasukkan sejumlah nama dari FIFA, FIFPro, asosiasi pesepakbola profesional (APPI), dan perwakilan klub. Pembentukan badan independen ini diyakini akan meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia.
Untuk struktur stakeholder sepakbola internasional, seperti direktur regulator sepakbola FIFA Omar Ongaro, Saverio Sprea (konsul hukum status pemain), Kaita Sugihara (konsultan eksternal pesepakbola profesional), Nicolas Crettex (koordinator proyek pesepakbola profesional), dan Takuya Yamazaki (wakil ketua FIFPro Asia/Oseania)
Sedangkan ketua asosiasi provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur Amir Burhanuddin terpilih sebagai ketua pertama. Amir akan dibantu Budhi Agung (wakil ketua pertama), Fahmi H Bachmid (ketua banding), dan James Purba (wakil ketua banding).
Sementara klub diwakili Adi Ismanto, Dedi Marsudi Lawe, Victor Sitanggang, Derta Rahmanto, Noer Kholis dan Tommy Apriawan. Dari APPI diwakili Jannes Halomoan Silitonga, Mohammad Agus Riza Hufaida, Togi Pangaribuan, Abdul Salam, Martha Leonita Aritonang, Sri Yana, dan Jon Bernard Pasaribu.
“Saya ingin mempersiapkan hukum acara agar setiap pihak bersengketa tahu proses dan tahap apa yang harus dilakukan ketika ingin melakukan pengaduan ke NDRC,” ujar Amir dilansir laman PSSI.
“Harapan saya, tentu para klub serta pemain dapat mentaati isi kontrak yang telah mereka sepakati. Lalu ketika ada sengketa, penyelesaian akan dilakukan melalui NDRC, tidak di lembaga lain.”
“Tantangan ke depan adalah kami ini merupakan lembaga baru. Jadi pasti akan ada kekurangan. Tentu kami akan meminta bantuan DRC FIFA untuk konsultasi, karena Indonesia adalah bagian dari pilot projek. Ketika ada peningkatan kualitas manajemen klub, kualitas sepakbola indonesia tentu akan meningkat dan semakin berprestasi.”
